Iran pun tak tinggal diam. Mereka membalas dengan menyerang Israel dan fasilitas AS di negara-negara Teluk. Akibatnya, 13 tentara AS tewas dan ratusan lainnya terluka. Di Israel, korban tewas dilaporkan 26 orang dengan ribuan luka-luka. Korban juga berjatuhan di beberapa negara lain, memperlihatkan betapa konflik ini telah meluas.
Namun begitu, serangan langsung bukan satu-satunya senjata Iran. Mereka punya langkah lain yang berdampak global: menutup Selat Hormuz. Langkah itu langsung bikin harga minyak dunia melonjak. Selat itu adalah jalur vital bagi perdagangan energi.
Di sisi lain, Gedung Putih di bawah Trump berusaha merespons. Meski mengklaim telah menghancurkan kekuatan militer Iran, Trump meminta bantuan sekutu untuk membuka kembali selat itu. Permintaannya ternyata ditolak.
Trump lalu memberi ultimatum. Batas waktu ditetapkan sampai Selasa (7/4) malam waktu AS, atau Rabu dini hari waktu Iran. Tuntutannya jelas: Iran harus setuju gencatan senjata, melepaskan senjata nuklir, dan membuka kembali Selat Hormuz. Jika tidak, ancamannya adalah serangan besar-besaran terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur penting lainnya di Iran.
Sekarang, semua mata tertuju pada langkah berikutnya. Tenggat waktu sudah lewat. Apa yang terjadi selanjutnya? Ketegangan masih menggantung, dan dunia menunggu dengan napas tertahan.
Artikel Terkait
Harga Emas Antam Naik Rp 50.000 per Gram, Buyback Melonjak Lebih Tajam
PBB: Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon Akibat Tembakan Tank Israel dan IED Hizbullah
AS dan Iran Sepakat Gencatan Senjata Dua Pekan, Selat Hormuz Dibuka
Polisi Tangkap Pria di Bengkalis Diduga Bakar Lahan Setengah Hektar