Iran Ancam Lumpuhkan Infrastruktur Energi AS dan Sekutu, Ketegangan Memuncak

- Rabu, 08 April 2026 | 06:00 WIB
Iran Ancam Lumpuhkan Infrastruktur Energi AS dan Sekutu, Ketegangan Memuncak

Iran pun tak tinggal diam. Mereka membalas dengan menyerang Israel dan fasilitas AS di negara-negara Teluk. Akibatnya, 13 tentara AS tewas dan ratusan lainnya terluka. Di Israel, korban tewas dilaporkan 26 orang dengan ribuan luka-luka. Korban juga berjatuhan di beberapa negara lain, memperlihatkan betapa konflik ini telah meluas.

Namun begitu, serangan langsung bukan satu-satunya senjata Iran. Mereka punya langkah lain yang berdampak global: menutup Selat Hormuz. Langkah itu langsung bikin harga minyak dunia melonjak. Selat itu adalah jalur vital bagi perdagangan energi.

Di sisi lain, Gedung Putih di bawah Trump berusaha merespons. Meski mengklaim telah menghancurkan kekuatan militer Iran, Trump meminta bantuan sekutu untuk membuka kembali selat itu. Permintaannya ternyata ditolak.

Trump lalu memberi ultimatum. Batas waktu ditetapkan sampai Selasa (7/4) malam waktu AS, atau Rabu dini hari waktu Iran. Tuntutannya jelas: Iran harus setuju gencatan senjata, melepaskan senjata nuklir, dan membuka kembali Selat Hormuz. Jika tidak, ancamannya adalah serangan besar-besaran terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur penting lainnya di Iran.

Sekarang, semua mata tertuju pada langkah berikutnya. Tenggat waktu sudah lewat. Apa yang terjadi selanjutnya? Ketegangan masih menggantung, dan dunia menunggu dengan napas tertahan.

Editor: Lia Putri


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar