PBB akhirnya merilis temuan awal soal insiden yang menewaskan tiga prajurit TNI kita di Lebanon. Hasil penyelidikan sementara itu menyoroti dua peristiwa terpisah dengan pelaku yang berbeda. Sungguh pilu.
Juru Bicara Sekjen PBB, Stephane Dujarric, memaparkan hal ini dalam jumpa pers Rabu lalu. Menurutnya, berdasarkan bukti fisik di lokasi termasuk fragmen proyektil yang ditemukan satu prajurit gugur pada 29 Maret akibat tembakan tank.
"Proyektil tersebut adalah peluru utama tank kaliber 120 mm, yang ditembakkan oleh tank Merkava milik Pasukan Pertahanan Israel dari arah timur, menuju Ett Taibe,"
Begitu penjelasan Stephane mengenai insiden pertama.
Sementara untuk kejadian sehari setelahnya, ceritanya lain lagi. Dua prajurit lainnya tewas bukan oleh tembakan, melainkan oleh bom rakitan atau IED. Lokasi ledakan, kondisi kendaraan, dan ditemukannya perangkat serupa di dekat sana mengarah pada satu kesimpulan.
"IED tersebut kemungkinan besar dipasang oleh Hizbullah,"
tuturnya lagi. Namun begitu, Stephane menekankan bahwa semua ini masih temuan awal. Investigasi penuh oleh PBB sendiri masih terus berjalan, termasuk komunikasi dengan berbagai pihak di tengah situasi konflik yang belum mereda.
Nantinya, akan dibentuk Dewan Penyelidikan khusus untuk kedua kasus ini. Prosedurnya mengikuti aturan standar PBB.
Korban dalam insiden tanggal 29 Maret adalah Praka Farizal Rhomadhon. Ledakan proyektil terjadi dekat Desa Adchit al-Qusayr. Esok harinya, giliran Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ikhwan yang gugur. Mereka jadi korban ledakan hebat yang menghantam konvoi logistik UNIFIL di dekat Bani Hayyan. Dua personel lain juga dilaporkan terluka.
Kecaman Keras dari Prabowo
Berita duka ini langsung mendapat respons tinggi dari Presiden Prabowo Subianto. Lewat unggahan Instagram Minggu lalu, ia menyampaikan duka mendalam bangsa Indonesia.
"Bangsa Indonesia berduka atas gugurnya tiga prajurit TNI dalam tugas mulia sebagai pasukan perdamaian PBB di Lebanon,"
tulis Prabowo.
Unggahan itu juga menyertakan foto ia memberi hormat kepada peti jenazah, serta momen menyalami keluarga para prajurit. Rasa kehilangan dan kemarahan tampak jelas dalam pernyataannya.
"Kami mengecam keras setiap tindakan keji yang merusak perdamaian dan menyebabkan gugurnya para prajurit terbaik bangsa,"
tegasnya, sambil menyebut nama lengkap ketiga prajurit dengan pangkat anumerta. Suasana duka dan kengerian perang terasa begitu nyata.
Artikel Terkait
Penyembelihan Hewan Kurban di Masjid Istiqlal Dimulai, Sapi Presiden Prabowo Berbobot 1,3 Ton
Pengemudi BYD Denza di Tangerang Ditilang Usai Modifikasi Pelat Nomor Mirip Kendaraan Pejabat
KRL Duri–Tangerang Mogok, Dua Perjalanan Dibatalkan, KAI Commuter Lakukan Investigasi
Razman Arif Nasution Siap Jalani Vonis 1,5 Tahun Penjara Usai Kasasi Ditolak MA