“Melalui kesempatan ini, kami melakukan koordinasi dengan seluruh fungsi di Integrated Terminal Jakarta (ITJ), mengingat terminal ini berperan penting dalam mendistribusikan sekitar 30% pasokan energi kepada masyarakat. Karena itu, kami memastikan aspek distribusi, penyimpanan, dan keandalan operasional terus diperkuat guna mendukung ketahanan energi nasional ke depan,” jelas Prabu.
Lalu, bagaimana dengan kondisi pasokan saat ini? Zaenal Agus Syukur, yang memegang kendali operasi di wilayah JBB, memberikan penjelasan yang cukup menenangkan.
“Ketersediaan BBM, khususnya di wilayah Jawa Bagian Barat, saat ini tetap terjaga. Kami terus memastikan distribusi energi berjalan lancar agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” katanya.
Namun begitu, Zaenal juga menyelipkan imbauan. Ia meminta masyarakat tidak perlu resah dan melakukan panic buying. Semua, kata dia, sedang dikelola dengan baik.
“Kami menghimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan energi serta tetap tenang dengan tidak melakukan panic buying, karena pasokan BBM akan terus kami jaga,” pungkas Zaenal.
Kunjungan itu pun berakhir. Pesannya jelas: komitmen untuk menjaga ketahanan energi terus diupayakan, dimulai dari mengecek langsung kondisi di lapangan.
Artikel Terkait
Gubernur Sumbar Targetkan Pemulihan Bencana Rampung dalam 3 Tahun dengan Anggaran Rp28 Triliun
Bareskrim Ungkap Jaringan Penyalahgunaan BBM dan Elpiji Subsidi, Rugikan Negara Rp1,26 Triliun
Akademisi: Festival Paskah GMIT di Kupang Beri Dampak Nyata bagi Ekonomi Warga
Terdakwa Korupsi Plasa Klaten Bantah Kerugian Negara, Sebut BPK Cacat Hukum