Senin lalu, suasana di Integrated Terminal Jakarta terlihat berbeda. Ada rombongan khusus yang datang untuk meninjau langsung operasional terminal yang jadi urat nadi distribusi energi di Ibu Kota. Mereka adalah para Komisaris Independen dan jajaran direksi PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat, yang sedang melaksanakan Management Walkthrough atau MWT.
Kunjungan ini bukan sekadar formalitas. Intinya, mereka ingin memastikan sendiri kesiapan sarana dan fasilitas di lapangan. Apakah infrastruktur yang ada sudah benar-benar siap mendukung distribusi energi ke masyarakat? Itu pertanyaan besar yang ingin dijawab dengan melihat langsung.
Hadir dalam kesempatan itu sejumlah nama penting. Mulai dari Komisaris Independen Prabunindya Revta Revolusi, Wakil Direktur Utama Taufik Aditiyawarman, Direktur Infrastruktur Setyo Pitoyo, hingga General Head Operation Regional JBB Zaenal Agus Syukur. Mereka berkeliling, mengecek, dan berdialog dengan staf di lokasi.
Taufik Aditiyawarman, sang Wakil Direktur Utama, menekankan satu hal: infrastruktur adalah kunci.
“Peninjauan ini menegaskan pentingnya penguatan infrastruktur distribusi guna memastikan penyaluran energi berjalan lebih cepat, aman, dan andal. Kami juga mendukung penuh pembangunan infrastruktur di IT Jakarta untuk memperkuat keandalan distribusi energi kepada masyarakat,” ujar Taufik.
Di sisi lain, Prabunindya Revta Revolusi, atau yang akrab disapa Prabu, menyoroti peran strategis terminal ini. Menurutnya, IT Jakarta punya tanggung jawab besar.
Artikel Terkait
Gubernur Sumbar Targetkan Pemulihan Bencana Rampung dalam 3 Tahun dengan Anggaran Rp28 Triliun
Bareskrim Ungkap Jaringan Penyalahgunaan BBM dan Elpiji Subsidi, Rugikan Negara Rp1,26 Triliun
Akademisi: Festival Paskah GMIT di Kupang Beri Dampak Nyata bagi Ekonomi Warga
Terdakwa Korupsi Plasa Klaten Bantah Kerugian Negara, Sebut BPK Cacat Hukum