Menurut Leni, semua ini berawal sejak pertengahan Ramadan lalu. Harga mulai merangkak naik dan pasokan jadi seret. Informasi yang dia terima dari pabrik di Medan, masalahnya berakar pada bahan baku.
Kini, rak-rak di tokonya semakin kosong. Leni tak bisa memprediksi kapan situasi akan normal kembali. Kekhawatirannya nyata.
Di sisi lain, para pedagang eceran pun mulai merasakan tekanan. Seperti Rahmat, pedagang es tebu keliling. Dia mengaku belum berani menaikkan harga jualannya, meski biaya kemasan membubung.
Namun begitu, dia mengisyaratkan penyesuaian harga mungkin tak terelakkan jika kondisi ini berlarut. “Mau tidak mau harus dinaikkan lagi,” tambahnya. Situasinya memang rumit, dan tampaknya belum akan berakhir dalam waktu dekat.
Artikel Terkait
Baku Tembak di Konsulat Israel Istanbul, Pelaku Tewas
Pertamina Tinjau Kesiapan Terminal Jakarta untuk Jamin Distribusi Energi
Menko Hukum: Polemik Kasasi Vonis Bebas Delpedro Bergantung Putusan MA
Ledakan dan Kebakaran Kapal Nelayan di Belawan Tewaskan 3 ABK, 5 Masih Hilang