"Saya instruksikan kepada seluruh jajaran, jangan cepat berpuas diri. Perkuat sinergi dengan seluruh elemen masyarakat. Keamanan yang kita capai hari ini harus dijaga dengan kolaborasi yang lebih erat, lebih terukur, dan lebih terkoordinasi di lapangan," tegasnya.
Ia menekankan bahwa pendekatan keamanan tak boleh statis. Semua harus dinamis, dengan melibatkan kolaborasi lintas sektoral. Mulai dari Pemprov DKI dan TNI, hingga stakeholder lain dan tentunya, masyarakat luas.
Jenderal bintang dua ini punya harapan khusus. Ia ingin setiap personelnya menjadi motor penggerak komunikasi antarwarga. Tujuannya jelas: meredam potensi konflik sedini mungkin, sebelum masalah membesar.
"Pastikan setiap personel bergerak dalam satu frekuensi dan satu komando. Sinergi dengan ormas, mitra keamanan, hingga tokoh masyarakat harus ditingkatkan," tambah Irjen Asep.
Pada akhirnya, pesannya sederhana tapi mendalam. Kehadiran aparat bukan sekadar untuk mengamankan situasi, melainkan untuk memastikan rasa aman itu benar-benar meresap. Sampai ke sudut-sudut terkecil kota, hingga tingkat RT dan RW.
Artikel Terkait
Menko Hukum: Polemik Kasasi Vonis Bebas Delpedro Bergantung Putusan MA
Ledakan dan Kebakaran Kapal Nelayan di Belawan Tewaskan 3 ABK, 5 Masih Hilang
Kuasa Hukum JK: Video Rismon Asli, Laporan Polisi Diajukan karena Tak Ada Klarifikasi
Warga Iran Bentuk Perisai Manusia Lindungi Pembangkit Listrik dari Ancaman Trump