"Mobilnya saja sudah kelas dunia. Ini bukan sekadar event balap, tetapi juga menjadi magnet bagi investor untuk melihat langsung potensi Mandalika," kata Fajar.
Yang menarik, tahun ini penyelenggaraannya nggak cuma fokus pada balapan. Mereka menyiapkan konsep yang lebih imersif, memadukan olahraga dan budaya. Opening ceremony-nya dirancang modern, melibatkan sekitar 500 talenta seni dari berbagai daerah untuk menampilkan kolaborasi tari dan musik khas Indonesia.
Benjamin Franassovici, Director of SRO Motorsport Asia, punya pandangan sendiri. Ia menilai Mandalika punya keunggulan unik dibanding sirkuit lain. Kombinasi fasilitas balap bertaraf internasional dengan kekayaan budaya lokal, menurutnya, adalah daya tarik utama yang memperkuat posisi Mandalika di peta motorsport global.
Tak kalah penting, event ini juga melibatkan sekitar 500 tenaga kerja lokal NTB. Mereka akan berperan sebagai marshal, staf hospitality, dan berbagai peran pendukung lainnya sebuah langkah nyata pemberdayaan masyarakat.
Untuk penonton, tiga hari penuh sajian balap menanti. Mulai dari sesi latihan, kualifikasi, sampai balapan utama. Tiketnya beragam, dari Grandstand biasa sampai paket eksklusif Royal Box, menyesuaikan dengan pengalaman yang diinginkan.
Dengan skala besar dan konsep yang makin matang, GT World Challenge Asia 2026 diharapkan bukan cuma memanjakan pecinta motorsport. Tapi juga jadi pendorong kuat bagi pariwisata nasional ke depannya.
(NIA DEVIYANA)
Artikel Terkait
Arteta Waspadai Ancaman Sporting Lisbon di Laga Perempat Final Liga Champions
Trump Ancam Serang Pembangkit Listrik Iran Jika Selat Hormuz Tak Dibuka
ITB Soroti Pentingnya Kombinasi FTTH dan FWA untuk Pemerataan Internet
Bareskrim Ungkap Modus Penimbunan dan Jual Gelap BBM Subsidi ke Industri