Dalam catatannya, Priyanka menyebutkan bahwa harga minyak masih bertahan kuat setelah penguatan pekan lalu. Investor, katanya, sedang menunggu-nunggu kejelasan soal tenggat waktu yang disebut-sebut ditetapkan oleh Presiden AS Donald Trump terkait konflik di kawasan tersebut.
Ia juga melihat ada tekanan pada pasokan global yang mulai terbentuk, meski sentimen geopolitik masih mendominasi seluruh pergerakan.
Data perdagangan terbaru sepertinya membenarkan analisis itu. Kontrak minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk bulan terdekat tercatat naik sekitar 2,3 persen ke level USD114,98 per barel. Sementara minyak Brent juga menguat 1,2 persen, mencapai USD111,06 per barel.
Jadi, buat investor, hari ini pasar saham lokal sedikit banyak diwarnai oleh gejolak yang terjadi ribuan kilometer jauhnya. Dan sepertinya, selama ketegangan masih ada, saham-saham migas akan tetap menjadi salah satu yang paling banyak diperbincangkan.
Ingat, keputusan jual beli saham adalah tanggung jawab penuh investor. Informasi ini hanya untuk gambaran situasi pasar.
Artikel Terkait
Keluarga Laporkan Suami Gadungan yang Klaim Anak Pejabat DPRD Makassar
BNPP Soroti Peran Strategis Dai dalam Pembangunan Kawasan Perbatasan
Hizbullah Tolak Rencana Israel untuk Negosiasi Langsung dengan Lebanon
Megawati Terima Kunjungan Dubes Saudi, Bahas Hadiah Anggrek hingga Gelar Doktor Kehormatan