Askrindo Genap 55 Tahun, Pacu Transformasi Digital untuk Dukung UMKM

- Selasa, 07 April 2026 | 09:45 WIB
Askrindo Genap 55 Tahun, Pacu Transformasi Digital untuk Dukung UMKM

"ASK-SCORING memakai rule-based scoring system. Analisis risiko jadi lebih cepat, objektif, dan terstandarisasi. Sistem ini terintegrasi dengan core system kami, sehingga menghilangkan proses yang berulang-ulang dan meningkatkan efisiensi," ungkap Leonardo.

Dengan dua aplikasi pendukung ini, Askrindo berharap bisa memperkuat portofolio pertanggungan dan mempercepat penyaluran dana ke sektor-sektor produktif.

Tak Lupa dengan Tanggung Jawab Sosial

Di usia yang ke-55 ini, Askrindo juga menunjukkan komitmen sosialnya. Sebagai wujud syukur, manajemen memberikan bantuan pendidikan kepada 158 anak pegawai alih daya non-admin, plus 15 pegawai alih daya non-admin itu sendiri. Inisiatif ini bertujuan mendukung peningkatan kualitas SDM lewat pendidikan.

Fankar menegaskan, langkah ini mencerminkan bahwa perusahaan tidak hanya fokus pada angka bisnis. "Kami ingin menciptakan nilai sosial yang berkelanjutan untuk semua pemangku kepentingan," katanya.

"Dengan semangat kebersamaan, dedikasi, dan inovasi, kami yakin Askrindo akan melangkah lebih kuat. Bersama seluruh insan perusahaan, tujuan kami adalah membangun masa depan yang lebih baik, tidak hanya untuk perusahaan, tapi juga untuk pelanggan dan masyarakat luas," ujar Fankar menutup pernyataannya.

Mempertegas Peran di Ekosistem Nasional

Pada akhirnya, semua penguatan internal dan program sosial itu bermuara pada satu hal: mempertegas peran Askrindo dalam ekosistem pembiayaan nasional. Transformasi digital dan manajemen risiko yang solid diharapkan bisa memperluas akses pembiayaan, khususnya untuk UMKM.

Momentum HUT ke-55 ini menjadi penegasan komitmen. Askrindo ingin terus tumbuh berkelanjutan, meningkatkan kinerja, dan menjadi mitra strategis untuk mendorong pembiayaan produktif.

"Ke depan, setiap langkah transformasi harus berdampak nyata bagi perekonomian. Askrindo akan tetap jadi enabler pembiayaan produktif, terutama bagi UMKM, agar mereka bisa tumbuh lebih cepat, sehat, dan punya daya saing," tutup Fankar.

Editor: Melati Kusuma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar