Dampaknya sudah langsung terasa. Waduk yang dikelola Perumda Tirta Kepri ini biasanya melayani sekitar 3.000 sambungan pelanggan di Tanjung Uban. Sekarang? Distribusi airnya terpaksa berhenti. Waduknya kering kerontang.
Padahal, menurut penjelasan Dona Astriana dari Dinas PU Kepri, dalam kondisi normal waduk ini bisa mengalirkan air hingga 40 liter per detik. Sayangnya, cuaca dan beberapa faktor lain membuat situasi jadi runyam.
“Akibat lama tidak turun hujan, saat ini kondisi waduk Sei Jago rusak berat dan terdapat kebocoran pada struktur bawah waduk,” jelas Dona.
Ia menambahkan, masalahnya bertambah. Lahan masyarakat yang bersempadan dengan waduk juga sudah beralih fungsi. Yang dulunya hutan, sekarang sebagian besar sudah berubah jadi kebun.
Editor: Redaksi TVRINews
Artikel Terkait
Atap Jebol dan Cuaca Buruk Ganggu 12 Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta
Trump Kritik NATO dan Sekutu Asia, Sebut Kehadiran Militer AS Sebagai Pengorbanan
Wapres Gibran Tinjau Langsung Dampak Gempa M 7,6 di Sulawesi Utara
Jasa Raharja Tegaskan Etika dan Kepatuhan sebagai Fondasi Keberlanjutan Bisnis