Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akhirnya memberikan pandangannya soal arah perekonomian Indonesia di tahun 2026. Menurut mereka, tahun itu diprediksi bakal tetap bergejolak, penuh dengan dinamika yang tak sepenuhnya bisa ditebak.
Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae. Lewat sebuah keterangan tertulis yang dirilis Sabtu lalu, dia tak menampik bahwa situasi geopolitik dunia akan jadi salah satu faktor penentu.
"OJK memandang bahwa prospek ekonomi 2026 masih akan diwarnai dengan berbagai dinamika, termasuk yang dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik dan potensi dampaknya terhadap stabilitas politik dan pasar keuangan global secara keseluruhan,"
Jadi, meski dunia luar masih terlihat gamang, ternyata kondisi dalam negeri kita justru menunjukkan hal sebaliknya. Dian menyebut, di kuartal ketiga 2025 lalu, perekonomian domestik tumbuh cukup menggembirakan, tepatnya 5,04 persen year-on-year. Angka yang nggak bisa dibilang rendah.
Dan tren positif ini rupanya berlanjut.
"Pada kuartal IV 2025, sektor manufaktur terpantau masih ekspansif dan kinerja eksternal tetap terjaga dengan neraca perdagangan yang masih mencatatkan surplus,"
Di sisi lain, kita juga perlu lihat peta global. Lembaga-lembaga multilateral punya proyeksi yang kurang lebih sama: pertumbuhan ekonomi dunia masih akan lesu. Mereka bilang, angka pertumbuhannya kemungkinan besar tetap di bawah rata-rata masa sebelum pandemi. Risiko fiskal di beberapa negara besar disebut-sebut jadi salah satu penyebabnya.
Namun begitu, pemerintah kita ternyata punya target yang cukup optimis. Untuk 2026, ditetapkanlah sasaran pertumbuhan sebesar 5,4 persen. Sebuah angka yang ambisius, tapi bukan mustahil.
Optimisme inilah yang, dalam pandangan OJK, bisa jadi magnet bagi investor. Kalau prospeknya dinilai bagus, minat investasi ke dalam negeri bisa terdongkrak. Alhasil, permintaan untuk kredit pun diperkirakan ikut naik. Jadi, di balik awan ketidakpastian global, tetap ada secercah harapan untuk ekonomi kita.
Artikel Terkait
ACES Bagikan Dividen Rp32,01 per Saham, Yield Tembus 9,2 Persen
OMED Bagikan Dividen Rp110,4 Miliar, Setiap Pemegang Saham Terima Rp4,08 Per Lembar
PT Fortune Indonesia Terbitkan 219,5 Miliar Saham Baru, Rights Issue Rp27,7 Triliun untuk Akuisisi Tambang Batu Bara
Rupiah Menguat 114 Poin ke Rp17.944 Usai BI Naikkan Suku Bunga, Konflik Iran-AS Kembali Memanas