"Saya ingin memperkenalkan kepada dunia bahwa menulis puisi itu sangat menarik dan menyenangkan," ucap Rama.
Di balik sederet prestasinya, Rama mengaku tidak sendirian. Ada peran besar Azrizal Nur, sang penggagas Perkumpulan Rumah Seni Asnur (Perruas). Dialah yang selama ini membimbing dan mengarahkan Rama dalam berkarya. Rasa syukur itu ia ungkapkan dengan tulus.
"Saya sangat bersyukur telah dikenalkan dengan Dato'k Azrizal Nur sebagai guru sekaligus pembimbing dalam menulis puisi. Semoga beliau selalu diberi kesehatan dan umur panjang," katanya.
Rama juga merasa bangga bisa terus dilibatkan dalam berbagai proyek buku terbitan Perruas. Baginya, keterlibatan itu adalah bahan bakar. Motivasi untuk terus mencipta, agar karyanya dikenal lebih luas lagi.
Kehadiran "Antologi Puisi Dalam Cahaya Ramadan" ini diharapkan bukan sekadar jadi tambahan koleksi di rak buku. Rama berharap karyanya bisa menginspirasi anak-anak muda, khususnya di Kepulauan Riau. Agar mereka berani mengekspresikan diri lewat tulisan, sekaligus menguatkan budaya literasi hingga ke kancah internasional.
Editor: Redaksi TVRINews
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Kecam Serangan Israel di Lebanon Usai Gugurnya Tiga Prajurit TNI
Oscar Pensiun Dini Usai Didiagnosis Gangguan Jantung
Anggota DPR Kritik Penyelesaian Mediasi Kasus Dugaan Kekerasan Seksual di Unissula
Kejagung Tarik Kajari Karo dan Tim Jaksa Usai Vonis Bebas Amsal Sitepu