Ini bukan kali pertama. Sebelumnya, AEOI sudah melaporkan tiga serangan terpisah di PLTN Bushehr sepanjang Maret: tanggal 17, 24, dan 27. Serangan-serangan lain juga terjadi di tempat lain. Fasilitas nuklir Natanz diserang dua kali pada 1 dan 21 Maret. Lalu, ada lagi serangan terhadap pabrik air berat di Khondab tanggal 27 Maret, serta fasilitas produksi konsentrat uranium di Ardakan.
Iran secara tegas menuding Amerika Serikat dan Israel berada di balik semua aksi ini.
Memang, ketegangan sudah memanas sejak akhir Februari lalu. Saat itu, AS dan Israel disebut melancarkan serangan ke sejumlah sasaran di Iran, termasuk Teheran, yang mengakibatkan kerusakan dan korban sipil. Iran pun tak tinggal diam. Mereka membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di kawasan Timur Tengah.
Situasinya makin rumit, dan ancaman dampak radiologi dari Bushehr itu jadi gambaran betapa berbahayanya eskalasi ini.
Artikel Terkait
Dispora DKI Tegaskan Lapangan Maroedja Sport Park Gratis, Tak Ada Pungutan Liar
Ketua MPR Sampaikan Salam Presiden Prabowo untuk Tokoh dan Ulama di Yogyakarta
Iduladha 2026 Diprediksi 27 Mei, Berpotensi Ciptakan Libur Panjang
Banjir Bandang di Angola Tewaskan 15 Orang dan Rendam Ribuan Rumah