Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, punya peringatan keras. Di platform X pada Sabtu (4/4), dia menyebut dampak radioaktif dari serangan ke Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr justru akan menghancurkan kehidupan di ibu kota negara-negara Teluk Persia. Bukan di Teheran.
"Ingat kemarahan Barat soal permusuhan di dekat PLTN Zaporizhzhia di Ukraina?" tulisnya.
Lalu dia melanjutkan, "Israel dan AS telah mengebom pembangkit Bushehr kami empat kali. Dampak radiasi akan mengakhiri kehidupan di ibu kota negara-negara GCC, bukan Teheran."
Pernyataan itu muncul setelah Organisasi Energi Atom Iran (AEOI) melaporkan serangan terhadap lokasi PLTN Bushehr hari itu juga. Menurut mereka, serangan yang didalangi AS dan Israel itu menewaskan seorang karyawan.
Artikel Terkait
Dispora DKI Tegaskan Lapangan Maroedja Sport Park Gratis, Tak Ada Pungutan Liar
Ketua MPR Sampaikan Salam Presiden Prabowo untuk Tokoh dan Ulama di Yogyakarta
Iduladha 2026 Diprediksi 27 Mei, Berpotensi Ciptakan Libur Panjang
Banjir Bandang di Angola Tewaskan 15 Orang dan Rendam Ribuan Rumah