Sampah dan Pendangkalan Parah Ancam Mata Pencaharian Nelayan di Kali Blanakan Subang

- Minggu, 05 April 2026 | 16:00 WIB
Sampah dan Pendangkalan Parah Ancam Mata Pencaharian Nelayan di Kali Blanakan Subang

Subang, Jawa Barat – Kali Blanakan, sungai yang jadi nadi kehidupan nelayan Pantura Subang, kondisinya benar-benar mengenaskan. Bukan cuma sampah yang menumpuk, tapi pendangkalan parah bikin nelayan setempat kelimpungan setiap kali mau melaut.

Kalau dilihat langsung, pemandangannya miris. Berbagai macam sampah plastik, kayu, sisa-sisa rumah tangga mengapung dan tersangkut di badan sungai. Padahal, ini satu-satunya jalur utama mereka menuju laut lepas. Akses vital yang mestinya terjaga, malah berubah jadi tempat pembuangan.

Bagi para nelayan, ini bukan sekadar gangguan. Ini masalah harian yang bikin jengkel. Sering banget, sampah nyelip di baling-baling atau mesin kapal. Mau tak mau, perjalanan harus berhenti di tengah jalan. Mereka terpaksa turun ke air yang keruh itu buat membersihkan sendiri. Capek, dan yang pasti, bikin waktu melaut jadi molor.

Wardani, salah satu nelayan yang sudah puluhan tahun mengandalkan sungai ini, mengeluh.

“Sering banget sampah nyangkut di baling-baling, jadi kita harus berhenti di tengah buat bersihin. Sangat menghambat,” ucapnya dengan nada kesal.

Selain sampah, ada masalah lain yang tak kalah serius: pendangkalan. Sedimentasi lumpur membuat dasar sungai naik drastis. Kapal-kapal berukuran besar atau yang punya tonase tinggi, sekarang susah lewat. Airnya makin dangkal.

Editor: Redaksi MuriaNetwork


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar