"Mengingat letusan dengan abu vulkanik secara periodik terjadi dan sebaran abu mengikuti arah dan kecepatan angin, sehingga area landaan abunya tidak tetap," harapnya, menekankan sifat abu yang bisa bergerak tak menentu.
Di sisi lain, ancaman kesehatan juga tak boleh diabaikan. Bambang mengingatkan warga sekitar untuk menyiapkan masker. Tujuannya jelas: melindungi sistem pernapasan dari partikel halus abu vulkanik yang berbahaya.
Gunung Dukono sebenarnya sudah berulah sejak beberapa hari sebelumnya. Laporan PGA menyebutkan, pada Jumat malam, 3 April 2026, erupsi juga terjadi dengan ketinggian abu mencapai 3.000 meter. Saat itu, kolom abu kelabu yang tebal juga mengarah ke barat laut, dengan amplitudo 14 mm dan durasi lebih dari 158 detik.
Pola ini menunjukkan bahwa gunung api aktif ini sedang dalam fase yang tidak stabil. Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi terbaru dan benar-benar mematuhi semua arahan dari pihak berwenang. Keselamatan adalah yang utama.
Artikel Terkait
Diskon Tiket Mudik PELNI 30% Ludes Lebih Cepat, Capai 467 Ribu Penumpang
Polres Pelalawan Amankan Pelaku Pembakar Lahan Gambut Seluas 500 Hektare
Pemprov DKI Tegur Kelurahan dan Terbitkan SE Larangan AI untuk Bukti Aduan Warga
Jembatan Beton Akhiri Penantian 15 Tahun Warga Sambeng Boyolali