Presiden menambahkan, pilot itu sempat bertahan di "pegunungan Iran yang berbahaya." Proses penyelamatannya sendiri tidak sederhana. Menurut Trump, puluhan pesawat dikerahkan. Tim AS konon memantau lokasinya tanpa henti selama 24 jam dan merencanakan segala sesuatunya dengan sangat matang.
Di sisi lain, cerita dari Iran sungguh berbeda. Angkatan bersenjata mereka dengan bangga mengumumkan keberhasilan pasukan pertahanan udaranya pada hari Jumat (3/4) itu. Mereka menyebutnya sebagai "hari kelam" bagi angkatan udara AS dan Israel.
Menurut pernyataan resmi yang dirilis Sabtu (4/4) oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), serangkaian pencegatan berhasil dilakukan di beberapa wilayah. Rinciannya? Dua jet tempur dan tiga drone ditembak jatuh, plus dua rudal jelajah dihancurkan.
Media Iran, Press TV, melaporkan lebih detail. Dua rudal jelajah dihancurkan di langit Khomein dan Zanjan. Lalu, dua drone serang MQ-9 jatuh di Isfahan, dan satu drone Hermes dilumpuhkan di langit Bushehr. Serangkaian aksi yang mereka klaim sebagai kemenangan pertahanan.
Artikel Terkait
Jembatan Beton Akhiri Penantian 15 Tahun Warga Sambeng Boyolali
Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Ditangkap Setelah 7 Tahun Buron
KA Siliwangi Tertahan di Cianjur Akibat Banjir Rendam Rel
Yayasan dan BGN Labuhanbatu Gelar Fun Match untuk Pererat Sinergi Dapur MBG