"Penyajian kembali dan penyesuaian yang dilakukan Perseroan merupakan langkah yang terukur dan berbasis prinsip kehati-hatian untuk memastikan laporan keuangan mencerminkan kondisi yang wajar dan dapat dipertanggungjawabkan," ujar Joko dalam keterangan tertulisnya, Minggu (5/4/2026).
Joko menekankan, ini bukan cuma urusan administratif belaka. Lebih dari itu, ini adalah upaya sungguh-sungguh untuk memperkuat fundamental keuangan dan meningkatkan kualitas bisnis secara keseluruhan.
"Kami meyakini langkah ini menjadi fondasi penting agar PTPP dapat tumbuh lebih sehat dan berkelanjutan ke depan," tambahnya.
Lalu, apa rencana ke depannya? PTPP akan fokus pada beberapa hal. Pertama, tentu pada bisnis inti konstruksi, disertai divestasi aset tertentu. Mereka juga akan berusaha memperkuat arus kas operasional dengan mempercepat pencairan piutang. Tak ketinggalan, proyek-proyek strategis dari pemerintah, BUMN, maupun swasta akan aktif digarap.
Di sisi lain, prinsip kehati-hatian tetap jadi pedoman utama, terutama dalam memilih proyek dan mengelola portofolio. Manajemen risiko diutamakan.
Dengan serangkaian langkah tersebut, PTPP optimistis posisi keuangannya akan semakin kuat. Kinerja berkelanjutan pun diharapkan bisa tercapai. Yang pasti, perusahaan berjanji akan terus menyampaikan setiap perkembangan informasi secara transparan, sebagaimana mestinya.
Artikel Terkait
Polres Pelalawan Amankan Pelaku Pembakar Lahan Gambut Seluas 500 Hektare
Pemprov DKI Tegur Kelurahan dan Terbitkan SE Larangan AI untuk Bukti Aduan Warga
Jembatan Beton Akhiri Penantian 15 Tahun Warga Sambeng Boyolali
Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Ditangkap Setelah 7 Tahun Buron