Pengurangannya tidak main-main, diperkirakan setara dengan 15 hingga 20 juta unit chip. Kalau angka itu benar, pasokan smartphone global bisa ikut ketar-ketir.
Di sisi lain, Samsung pun sudah bergerak. Beberapa produk andalannya, seperti tablet dan smartphone flagship, mengalami penyesuaian harga. Kenaikan itu terutama terasa pada varian dengan kapasitas memori besar, yang kini semakin mahal bahan bakunya.
Apple sendiri sebenarnya sudah mengakui bahwa keterbatasan memori dan produksi chip 3nm adalah tantangan besar. Tapi, alih-alih ikut menaikkan harga atau mengeluh, mereka memilih cara lain: membeli habis dan menanggung sendiri tekanan harganya. Langkah yang mahal, tapi berpotensi menguntungkan secara strategis.
Bahkan, ada yang bilang ini bisa jadi senjata untuk memperlebar pangsa pasar. Bagaimana tidak? Saat kompetitor kesulitan cari memori dengan harga wajar, Apple justru punya stok aman. Mereka bisa tetap meluncurkan produk, sementara yang lain mungkin harus menunda atau merogoh kocek lebih dalam.
Jadi, meski terlihat seperti permainan berisiko, bagi Apple ini mungkin adalah langkah kalkulatif. Hanya waktu yang bisa membuktikan apakah strategi borong-borong ini akan membuahkan hasil, atau justru memicu ketegangan lebih jauh di industri yang sudah rentan ini.
Artikel Terkait
Jembatan Beton Akhiri Penantian 15 Tahun Warga Sambeng Boyolali
Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Ditangkap Setelah 7 Tahun Buron
KA Siliwangi Tertahan di Cianjur Akibat Banjir Rendam Rel
Yayasan dan BGN Labuhanbatu Gelar Fun Match untuk Pererat Sinergi Dapur MBG