Suasana hajatan di Desa Kertamukti, Purwakarta, berubah jadi mencekam. Dadang, seorang pria, tewas usai dikeroyok sejumlah orang. Insiden memilukan ini berawal dari pemalakan yang berujung kekerasan.
Adik korban, Wahyudin, menceritakan kronologinya dengan suara bergetar. Awalnya, para pelaku mendatanginya untuk meminta uang.
"Saya itu dimintai uang, istilahnya dipalak. Pertama dikasih Rp 100 ribu," ujarnya.
Tapi pemberian itu rupanya tak cukup. Mereka balik lagi dan menuntut lima kali lipatnya, yakni Rp 500 ribu. Dadang menolak. Penolakan itulah yang memicu amuk. Dadang diserang hingga tak sadarkan diri. Meski sempat dilarikan ke rumah sakit, nyawanya tak tertolong.
"Setelah tidak dikasih, terjadi keributan. Kakak saya dikeroyok tiga orang, saya juga sempat dikeroyok sekitar delapan orang," ungkap Wahyudin, menggambarkan situasi kacau itu.
Artikel Terkait
Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Ditangkap Setelah 7 Tahun Buron
KA Siliwangi Tertahan di Cianjur Akibat Banjir Rendam Rel
Yayasan dan BGN Labuhanbatu Gelar Fun Match untuk Pererat Sinergi Dapur MBG
Persib Kukuhkan Puncak Klasemen Usai Kalahkan Semen Padang 2-0