Menteri Fadli Zon Resmikan Revitalisasi Museum Cipari, Wujudkan Transformasi Museum Jadi Pusat Pengalaman

- Minggu, 05 April 2026 | 10:20 WIB
Menteri Fadli Zon Resmikan Revitalisasi Museum Cipari, Wujudkan Transformasi Museum Jadi Pusat Pengalaman

Museum Cipari di Kuningan, Jawa Barat, akhirnya mendapat penyegaran. Menteri Kebudayaan Fadli Zon baru saja meresmikan pembaruan tata pamernya, sebuah langkah yang disebut-sebut sebagai bagian dari transformasi besar dunia permuseuman di Indonesia.

Bagi Fadli Zon, urusan museum sekarang ini sudah bukan perkara pilihan lagi. Ini keharusan yang mendesak. Dia ingin museum tak lagi jadi gedung mati, melainkan ruang hidup yang dinamis. Tempat untuk berdialog, belajar, bahkan berimajinasi tentang masa depan bangsa.

"Kita sedang mengubah paradigma," tegasnya dalam keterangan tertulis, Minggu (5/4/2026).

"Fokus kami adalah mengalihkan pandangan masyarakat: museum bukan gudang penyimpanan, tapi pusat pengalaman. Harapannya, pengunjung tak cuma datang, lihat, lalu pergi. Mereka harus bisa merasakan, memahami, dan terhubung secara emosional dengan sejarah yang disajikan."

Menurutnya, teknologi digital memainkan peran krusial sebagai jembatan. Narasi masa lalu harus bisa dihadirkan ke dalam genggaman generasi muda, agar lebih relevan dan kontekstual dengan zaman mereka.

Lokasi museum ini sendiri punya nilai sejarah yang dalam. Berada di Cipari, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, museum ini menyimpan jejak prasejarah yang memberi perspektif panjang soal jati diri bangsa. Keberadaannya membuktikan bahwa Indonesia tidak lahir dalam semalam. Ribuan tahun pengalaman manusia, adaptasi dengan alam, dan perubahan zaman turut membentuknya.

Revitalisasi di Museum Cipari ini diharapkan bisa jadi contoh. Contoh untuk 454 museum lain di tanah air, baik yang dikelola pemerintah pusat, daerah, maupun swasta, dalam mengemas cerita sejarah agar lebih menggugah.

"Tentu ke depan kami harap ekskavasi dan temuan baru makin banyak," jelas Fadli Zon.

"Kerja sama dengan peneliti dan arkeolog akan terus digalakkan. Tujuannya satu: membuka ruang pemahaman yang lebih luas tentang perjalanan peradaban kita. Museum ini adalah salah satu yang direvitalisasi oleh Balai Pelestarian Kebudayaan, dan upaya serupa akan terus berjalan."

Di sisi lain, Kementerian Kebudayaan juga mengambil langkah strategis lain. Penguatan regulasi, investasi di infrastruktur modern, hingga digitalisasi koleksi untuk akses global menjadi prioritas. Tak hanya itu, mereka berupaya membangun ekosistem yang kuat, menghubungkan museum dengan sekolah, komunitas, dan industri kreatif.

"Dengan memperkuat peran kurator dan edukator sebagai pencerita yang relevan, museum akan jadi garda terdepan," ungkapnya.

Fungsinya ganda: merawat objek pemajuan kebudayaan sekaligus menjadi etalase Indonesia sebagai negara adidaya budaya.

Pada akhirnya, program revitalisasi ini bertujuan mulia. Museum Cipari diharapkan tak sekadar menyimpan artefak batu dan tanah. Lebih dari itu, ia harus menjadi tempat yang menyimpan semangat besar untuk masa depan kebudayaan Indonesia.

"Pengelolaan yang tepat dan keterbukaan pada inovasi adalah kuncinya," tutup Fadli Zon.

"Dengan itu, museum daerah bisa benar-benar bertransformasi. Menjadi destinasi budaya yang membanggakan bagi semua."

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar