Gelsenkirchen Geger, Brankas Bank Dibobol Komplotan hingga Raup Rp 590 Miliar

- Rabu, 31 Desember 2025 | 06:18 WIB
Gelsenkirchen Geger, Brankas Bank Dibobol Komplotan hingga Raup Rp 590 Miliar

Gelsenkirchen diguncang aksi perampokan yang nyaris seperti adegan film. Sebuah komplotan berhasil menjebol tembok ruang brankas bawah tanah bank Sparkasse, menggasak isi dari ribuan safe deposit box milik nasabah. Nilainya? Fantastis: sekitar 30 juta euro atau setara Rp 590 miliar.

Menurut polisi, modus mereka terbilang nekat. Dengan menggunakan bor berukuran besar, para pelaku mengebor jalan masuk dari area tempat parkir menuju ruang brankas yang tersembunyi. Aksinya diduga terjadi saat libur Natal, ketika kota sepi dan bisnis tutup. Bayangkan, mereka kemungkinan menghabiskan waktu dari 24 Desember hingga akhir pekan hanya untuk membongkar satu per satu kotak penyimpanan itu.

Lalu, bagaimana aksi ini bisa terbongkar? Semua berawal dari alarm pemadam kebakaran yang tiba-tiba berbunyi pada hari Senin, 29 Desember. Petugas yang datang kemudian menemukan lubang besar hasil bobolan di lokasi kejadian.

Pihak bank sendiri mengkonfirmasi kerusakan parah yang terjadi.

"Lebih dari 95 persen dari 3.250 kotak safe deposit box dibobol oleh pelaku yang tidak dikenal," ujar pernyataan resmi bank.

Perkiraan kerugian awal mencapai 30 juta euro, didasarkan pada nilai asuransi rata-rata setiap kotak yang lebih dari 10.000 euro. Namun begitu, polisi mengaku beberapa korban sudah melaporkan bahwa kerugian pribadi mereka jauh lebih besar dari angka itu.

Misteri Audi RS6 dan Saksi Mata

Hingga kini, para perampok masih buron. Namun sejumlah petunjuk mulai bermunculan. Seorang saksi mata melaporkan melihat beberapa pria membawa tas-tas besar di tangga parkir pada suatu malam, antara Sabtu hingga Minggu.

Kendaraan yang diduga digunakan untuk kabur adalah sebuah Audi RS6. Mobil itu terekam CCTV sedang meninggalkan garasi parkir pada Senin pagi, dengan beberapa orang bertopeng di dalamnya. Yang menarik, pelat nomornya ternyata curian dari kota Hanover. Sungguh persiapan yang matang.

Seorang juru bicara polisi tak ragu menyebut aksi ini karya profesional. Bahkan, ia menyamakannya dengan film "Ocean's Eleven".

"Memang dilakukan dengan sangat profesional," akunya.
"Banyak pengetahuan sebelumnya dan/atau banyak energi kriminal pasti terlibat untuk merencanakan dan melaksanakan ini," tambahnya.

Kepanikan Nasabah dan Tanggapan Bank

Kekhawatiran tentu saja melanda para nasabah. Banyak dari mereka yang langsung berdatangan dan bahkan menggelar unjuk rasa di depan kantor bank, meminta kejelasan. Sayangnya, mereka belum diizinkan masuk dengan alasan keamanan, karena proses penyelidikan masih berlangsung.

"Kami masih berada di lokasi, mengawasi keadaan," kata juru bicara polisi.

Menanggapi kekacauan ini, pihak bank berusaha mengambil langkah penanganan. Mereka telah menyiapkan saluran telepon khusus untuk para nasabah yang terdampak. Janjinya, semua informasi akan disampaikan secara tertulis sesegera mungkin. Bank juga berkoordinasi dengan perusahaan asuransi untuk memproses klaim.

"Kami mendukung nasabah kami dan berharap para pelaku akan tertangkap," kata juru bicara pers bank, Frank Krallmann.

Kini, semua mata tertuju pada penyelidikan. Perampokan berlevel tinggi ini meninggalkan banyak tanda tanya dan kerugian yang tidak sedikit, baik secara materi maupun kepercayaan.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar