Di sisi lain, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin melihat kolaborasi ini dari sudut pandang yang lebih luas.
“Pendekatan aglomerasi dengan kabupaten tetangga kami rancang agar persoalan sampah tidak kita selesaikan sendiri-sendiri. Ini harus jadi kerja sama wilayah,” jelasnya.
Memang, proyek ini bukan sekadar instalasi pembangkit listrik biasa. Hanif menegaskan, ini adalah bagian dari proses panjang pemerintah untuk atasi masalah sampah secara sistemik. PSEL diharapkan bisa memotong generasi pengelolaan sampah yang lama.
“Ini suatu langkah panjang yang telah dilakukan,” katanya.
Ia meyakini, kehadiran PSEL akan memangkas timbunan sampah harian hingga 20 persen. Sebuah langkah awal yang krusial, terlebih di tengah volume sampah perkotaan yang terus membengkak. Harapannya, kerja sama lintas daerah ini bisa jadi model penyelesaian yang tak hanya cepat, tapi juga berkelanjutan.
Artikel Terkait
Iran Mundur dari Piala Dunia 2026, Alasan Keamanan dan Ketegangan Politik Jadi Penyebab
Kemensos Pastikan Bansos Reguler Berlanjut Hingga April 2026
BRIN Konfirmasi Cahaya Misterius di Lampung Adalah Sampah Antariksa
Kardinal Suharyo Serukan Pertobatan Ekologis di Misa Paskah Katedral Jakarta