Suasana berbeda terasa di Gereja Katedral Jakarta pagi itu. Umat Katolik berduyun-duyun memadati gereja untuk misa Minggu Paskah, merayakan Hari Kebangkitan Yesus Kristus. Antrean panjang sudah terlihat sejak sebelum ibadah dimulai, mengular di area pintu masuk. Para petugas dengan sigap memeriksa setiap jemaat yang hendak masuk, memastikan segala sesuatunya berjalan lancar.
Di dalam, suasana khidmat langsung menyergap. Rangkaian ibadah, dari liturgi sabda hingga perayaan ekaristi, diikuti dengan penuh penghayatan oleh seluruh umat. Kursi-kursi di dalam ruangan utama penuh sesak. Bagi yang tak kebagian tempat duduk, mereka tak kehilangan akal. Sebuah layar besar disediakan di area luar gereja, memungkinkan mereka mengikuti jalannya misa dengan tertib, meski dari balik tembok.
Dalam homilinya, Uskup Agung Jakarta, Kardinal Ignatius Suharyo, mengangkat tema yang relevan sekaligus mendesak: Kepedulian pada Keutuhan Alam Ciptaan. Ia dengan tegas mengingatkan kembali pentingnya pesan pertobatan ekologis dalam menyambut Paskah tahun ini.
Menurut Kardinal, kerusakan yang melanda bumi saat ini bukanlah hal yang berdiri sendiri. Semua itu berakar dari satu hal: keserakahan. Ditambah lagi dengan absennya solidaritas antar manusia untuk benar-benar menjaga alam.
tegasnya usai misa.
Ia melanjutkan, konsep ekologi integral ini jauh lebih dalam dari sekadar urusan listrik, sampah, atau menanam pohon. Ini soal ekosistem dunia secara keseluruhan. Dan ketika keserakahan merajalela, baik secara pribadi maupun kolektif, maka tatanan peradaban sendiri yang akan goncang.
Artikel Terkait
Iran Bantah Klaim Trump Soal Evakuasi Pilot AS yang Ditembak Jatuh
Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang Capai 163 Unit, Fasilitas Penunjang Segera Rampung
Aturan IGRS Kominfo Picu Kekhawatiran Blokir Game dan Hambat Industri
Truk Gandeng Tabrak Pikap di Demak, Satu Orang Tewas Tertabrak