Warta Ekonomi, Jakarta – Platform X milik Elon Musk lagi-lagi berbenah. Kali ini, mereka sedang menyiapkan tameng baru untuk menghadapi gelombang penipuan kripto yang kian merajalela. Modusnya? Kebanyakan lewat akun-akun yang sudah diretas.
Rencananya, X akan otomatis mengunci akun yang untuk pertama kalinya menyebut-nyebut soal cryptocurrency. Begitu dikunci, si pemilik akun harus melewati proses verifikasi tambahan dulu sebelum bisa kembali memposting.
Hal ini diungkapkan oleh Nikita Bier, Head Product X.
Memang, langkah auto-lock ini diharapkan bisa memotong penipuan dari akarnya. Akun hasil bobol hacker jadi tak berguna untuk menyebarkan scam.
Di sisi lain, X juga tak cuma mengandalkan fitur baru ini. Mereka terus memperketat keamanan dengan pembersihan bot rutin, membatasi akses API, dan mendeteksi perilaku mencurigakan.
Lalu, bagaimana sih biasanya penipuan ini berjalan? Ceritanya klasik. Semua berawal dari email phishing yang menipu korban hingga menyerahkan kredensial login. Begitu berhasil masuk, pelaku langsung menguasai akun dan mulai mempromosikan token gadungan atau proyek kripto palsu.
Artikel Terkait
Iran Mundur dari Piala Dunia 2026, Alasan Keamanan dan Ketegangan Politik Jadi Penyebab
Kemensos Pastikan Bansos Reguler Berlanjut Hingga April 2026
BRIN Konfirmasi Cahaya Misterius di Lampung Adalah Sampah Antariksa
Kardinal Suharyo Serukan Pertobatan Ekologis di Misa Paskah Katedral Jakarta