Satgas PRR: Data Huntara Diperbarui Terus, Agar Tak Ada Warga yang Terlupakan
Sabtu, 4 April 2026
Di Aceh, kerja pemulihan pascabencana terus bergulir. Namun, ada satu hal yang menarik perhatian: angka kebutuhan Hunian Sementara (Huntara) yang tampak berubah-ubah. Bagi Satgas Percepatan Pemulihan Pasca-Bencana (PRR), dinamika ini justru sebuah keharusan. Mereka tak mau terjebak dalam data statis yang bisa mengorbankan hak warga.
“Komitmen kami sederhana: ‘No One Left Behind’. Tak boleh ada yang tertinggal,” tegas Safrizal ZA, Kepala Posko Wilayah Satgas PRR.
Menurutnya, perubahan data itu wajar. Bahkan, itu pertanda baik. Denyut kehidupan pelan-pelan kembali ke daerah yang sempat sepi. Banyak warga yang dulu mengungsi, kini berani pulang. Mereka berharap bisa membangun Huntara di tanah kelahirannya sendiri. Itu sebabnya, pendataan harus luwes dan terus disinkronkan.
“Kalau kami harus menunggu data 100% selesai dan terkunci, pembangunan malah mandek. Rakyat tak bisa ditunda-tunda kebutuhannya,” ujar Safrizal, Sabtu (4/4/2026).
Artikel Terkait
Pemilik Hajatan Tewas Dikeroyok Preman Usai Tolak Permintaan Miras di Purwakarta
Kementerian China Desak Pengguna iPhone dan iPad Segera Perbarui iOS untuk Hindari Eksploitasi Aktif
Politisi Desak Investigasi Tuntas Usai Ledakan Lukai Tiga Pasukan Perdamaian TNI di Lebanon Selatan
Pria Bakar Mantan Istri dan Mertua di Jepara Usai Ditolak Rujuk, Satu Tewas