Di sebuah ruang latihan di Bekasi, Jawa Barat, Raviandi Ramadhan berbicara dengan nada penuh tekad. Atlet panjat tebing ini punya misi besar: menyusul saudara kembarnya, Ravianto, yang sudah mengamankan tiket ke Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang.
“Motivasi terbesar saya ya menyusul dia,” ujar Raviandi, atlet asal Papua itu, Sabtu lalu. “Kami punya tujuan yang sama, yaitu mengharumkan nama Indonesia.”
Peluangnya akan datang di World Climbing Asia Championship Meisan 2026 di China, awal April nanti. Ajang itu jadi gerbang kualifikasi menuju Asian Games. Awalnya, Raviandi cuma diproyeksikan untuk nomor boulder. Tapi rencana berubah. Kini, dia akan bertarung di dua disiplin sekaligus: lead dan boulder.
“Saya sudah familier dengan keduanya,” katanya, mengaku siap meski menganggapnya sebagai tantangan tersendiri. Bagi dia, ini sekaligus jadi kesempatan buat membuktikan progres selama menjalani pemusatan latihan nasional.
Persaingan di Asia tentu tidak mudah. Raviandi menyadari betapa kuatnya negara-negara seperti China, Jepang, dan Korea Selatan, khususnya di nomor boulder. Namun begitu, dia melihat celah. Beberapa negara sudah dapat kuota otomatis, jadi peluang itu terbuka.
Artikel Terkait
Menag Usul Tambahan Anggaran Rp24,8 Triliun untuk Setarakan Madrasah dan Sekolah Umum
Banjir 80 Sentimeter Rendam Perumahan di Pamulang, Warga Dievakuasi Tim SAR
Ragunan Catat 36.880 Pengunjung di Hari Kedua Long Weekend Paskah
Hujan Deras Picu Banjir dan Longsor di Sejumlah Kawasan Tangsel