Delapan belas tahun. Itu waktu yang sangat panjang untuk menunggu dan merindukan seseorang. Begitulah kisah Hendrawan, yang akhirnya berhasil menemukan ayahnya setelah sekian lama terpisah. Ayahnya, Sigit Priono, meninggalkan rumah mereka di Bandar Lampung pada 2008. Saat itu, Sigit hanya pamit akan menemui saudaranya di Pulau Jawa. Setelah itu? Hilang. Tak ada kabar, telepon, atau sepucuk surat pun yang sampai ke keluarga yang ditinggalkan.
Menurut Hendrawan, pencariannya selama bertahun-tahun itu penuh dengan ketidakpastian. “Saya sudah lama mencari ayah saya, yang pergi ke Jawa di tahun 2008. Bukan cuma saya, tapi ibu saya juga kangen sama bapak,” ujarnya. Rasa rindu itu menggerakkannya untuk terus mencari, meski hanya berbekal harapan tipis.
Nah, titik terang akhirnya muncul. Setelah melalui perjalanan panjang, Hendrawan mendapat petunjuk bahwa sang ayah mungkin tinggal di sebuah kampung di Bandung Barat, tepatnya di Kampung Cilintung, Desa Cipeundeuy. Informasi itu langsung disambutnya. Tanpa pikir panjang, ia bergegas menuju Jawa Barat dari Lampung, sementara ibunya menunggu di kampung halaman.
“Saya dapat informasi bapak sekarang tinggal di Bandung Barat, akhirnya saya dari Lampung berangkat kami ke Bandung Barat. Kalau ibu ada di Lampung,” tutur Hendrawan, menggambarkan keputusannya untuk segera berangkat.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir kepada Tiga Prajurit Garuda Gugur di Lebanon
Presiden Prabowo dan Para Petinggi Negara Beri Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon
Satgas Pamtas, Polres, dan Warga Bersihkan Pasar Ilu di Puncak Jaya
Jembatan Beton Gantikan Jembatan Sasak Rapuh di Boyolali, Warga Bersyukur