Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir kepada Tiga Prajurit Garuda Gugur di Lebanon

- Sabtu, 04 April 2026 | 19:30 WIB
Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir kepada Tiga Prajurit Garuda Gugur di Lebanon

Suasana haru langsung terasa begitu Presiden Prabowo Subianto tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (4/4/2026) lalu. Ia datang untuk memberi penghormatan terakhir pada tiga prajurit TNI Kontingen Garuda UNIFIL yang gugur di Lebanon. Udara bandara seketika terasa berat.

Di depan peti jenazah, keluarga para prajurit duduk dengan raut wajah yang luluh. Tangis mereka tak terbendung. Prabowo, yang baru saja tiba di area utara, langsung berbelok dan menghampiri mereka. Beberapa anggota keluarga tampak tak kuasa menahan isak saat sang Presiden mendekat.

Dengan tenang, Prabowo menyalami satu per satu. Ia menyampaikan belasungkawa, berbincang pelan sejenak. Ada kalimat penghiburan, juga tepukan lembut di pundak untuk menguatkan hati mereka yang berduka.

Setelah itu, barulah ia berpindah untuk memberi penghormatan militer di depan ketiga peti jenazah. Perhatiannya tak hanya pada barisan depan. Presiden juga menyempatkan diri menyapa kerabat lain yang hadir. Bahkan, ia memeluk anak-anak dari prajurit yang gugur itu sebuah gambaran yang menyentuh siapa pun yang melihatnya.

Menurut pantauan di lokasi, ketiga jenazah sebenarnya sudah tiba lebih dulu, sekitar pukul 17.57 WIB. Mereka disambut dengan upacara militer lalu disemayamkan di bandara sebelum nantinya dibawa pulang ke daerah asal.

Prosesi penyemayaman itu sendiri berlangsung sangat emosional. Tangis pecah ketika keluarga memeluk peti jenazah para pahlawan mereka. Mereka adalah Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ikhwan, dan Praka Farizal Rhomadhon. Sebagai bentuk penghargaan, pangkat ketiganya dinaikkan satu tingkat secara anumerta.

“Ini kehilangan yang sangat besar,” ucap seorang pejabat tinggi yang hadir, menggambarkan suasana.

Adapun kronologi gugurnya ketiganya terjadi dalam insiden terpisah. Praka Farizal Rhomadhon lebih dulu gugur pada Minggu (29/3), setelah sebuah proyektil meledak dekat posisinya di desa Adchit al-Qusayr, Lebanon Selatan.

Kemudian, esok harinya Senin (30/3), datang kabar pilu lagi. PBB mengonfirmasi dua prajurit TNI lainnya meninggal dunia. Sebuah ledakan menghantam konvoi logistik UNIFIL di dekat Bani Hayyan, Lebanon Selatan. Insiden yang sama juga melukai dua prajurit lainnya.

Dalam acara penghormatan itu, hadir sejumlah tokoh penting. Menteri Luar Negeri Sugiono, Wamenko Polkam Lodewijk F. Paulus, dan Wamenhan Donny Ermawan Taufanto turut memberikan penghormatan. Dari jajaran TNI-Polri, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga tampak hadir, bersama para kepala staf angkatan. Mereka semua berdiri bersama, merasakan duka yang sama.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar