Bandara Soekarno-Hatta sore itu terasa hening, meski ramai oleh orang-orang yang berkumpul. Presiden Prabowo Subianto tiba di sana sekitar pukul 18.46 WIB, Sabtu lalu. Tujuannya satu: melepas kepergian tiga prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian PBB di Lebanon.
Dia tidak sendirian. Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, Menlu Sugiono, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sudah menunggu. Mereka semua hadir untuk memberi penghormatan terakhir. Bahkan Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono, juga terlihat di antara para petinggi negara dan keluarga prajurit yang berduka.
Suasana haru langsung terasa. Prabowo dengan tenang menyalami satu per satu keluarga yang ditinggalkan. Lalu, dia berhenti sejenak di depan foto ketiga prajurit yang terpajang. Dengan sikap sempurna, dia memberikan hormat. Sebuah gesture sederhana, tapi penuh makna.
Prosesi penyambutan jenazah ini sendiri merupakan bagian dari upacara penghormatan. Setelah disemayamkan sejenak di Soetta, ketiga pahlawan itu akan diterbangkan ke kampung halaman mereka untuk peristirahatan terakhir.
Mereka adalah Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ikhwan, dan Praka Farizal Rhomadhon. Nama-nama yang kini harum karena pengorbanan tertinggi.
Artikel Terkait
Tito Karnavian Tinjau Penanganan Pengungsi Terakhir di Aceh Tamiang
Banjir Setinggi Pinggang Rendam Permukiman di Pondok Ijo, Ciputat
BBWS Usulkan Bangunan Pengendali Aliran untuk Atasi Banjir Demak
Paskah 2026 Jatuh pada 5 April, Ini Makna dan Rangkaian Pekan Suci