"Prinsipnya layanan dasar kepada masyarakat terdampak harus terpenuhi," ujar Luthfi. "Mulai sekolah, kesehatan, bahan pokok, makanan, dan lain sebagainya tidak boleh ketinggalan."
Di antara sekian banyak pengungsi, ada Musri'ah, warga Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur. Ia mengungsi karena rumahnya tak lagi bisa ditinggali. Menurut ceritanya, semuanya terjadi begitu cepat.
"Kejadiannya sekitar pukul 10.00 WIB, saya di rumah," kenang Musri'ah.
Air datang tiba-tiba dengan derasnya, menerobos tanggul yang akhirnya jebol juga. Tak ada waktu untuk menyelamatkan banyak barang.
Menjelang sore, situasi makin parah. Ketinggian air terus naik, memaksa evakuasi menggunakan perahu.
"Setelah Asar kami dijemput perahu," ujarnya, menggambarkan kepanikan saat itu. "Waktu itu airnya udah setinggi dada."
Artikel Terkait
Menag Usul Tambahan Anggaran Rp24,8 Triliun untuk Setarakan Madrasah dan Sekolah Umum
Banjir 80 Sentimeter Rendam Perumahan di Pamulang, Warga Dievakuasi Tim SAR
Ragunan Catat 36.880 Pengunjung di Hari Kedua Long Weekend Paskah
Hujan Deras Picu Banjir dan Longsor di Sejumlah Kawasan Tangsel