“Kami suspend SPPG Pondok Kelapa untuk waktu tidak terbatas. Masalahnya, kondisi dapur termasuk tata letak dan instalasi pengolahan air limbah masih belum sesuai,” ujar Nanik.
Kronologi kejadiannya bermula Kamis sore. Saat itu, guru melaporkan sejumlah siswa mengeluh tidak enak badan. Mereka baru saja menghabiskan menu yang terlihat menggiurkan: spageti bolognese, bola-bola daging, scramble egg tofu, sayuran campur, plus buah stroberi. Sayangnya, makanan itu justru berujung petaka sehari setelahnya.
Dugaan sementara, makanan yang disajikan sudah tidak segar lagi. Nanik menilai ada jeda waktu terlalu panjang antara proses masak dan saat makanan akhirnya dikonsumsi. Jeda itu berpotensi besar menurunkan kualitas pangan dan memicu masalah kesehatan.
Di sisi lain, BGN berjanji bakal memperketat pengawasan. Tujuannya jelas: mencegah terulangnya kasus serupa dan menjamin keamanan pangan dalam program MBG ke depannya.
Artikel Terkait
Jembatan Beton Gantikan Jembatan Sasak Rapuh di Boyolali, Warga Bersyukur
Serangan Israel di Tyre Rusak Rumah Sakit, 11 Orang Luka-luka
Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir kepada Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon
Media Israel Seragamkan Narasi Perang Iran dengan Slogan dan Sensor Ketat