Pengacara RL Liston Marpaung dengan tegas membantah tuduhan kekerasan seksual yang diarahkan kepada kliennya, F. Saat ini, F sudah resmi berstatus tersangka di Mapolda Metro Jaya. Menurut Liston, seluruh dakwaan itu tidak berdasar.
Kunci pembelaannya sederhana: F sama sekali tidak ada di lokasi kejadian. Peristiwa yang dilaporkan korban, seorang wanita berinisial RIS, disebut terjadi di Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada 30 Oktober 2022. Nah, masalahnya, hari itu adalah hari Minggu. “Kantor yang disebut sebagai TKP dalam kondisi tutup,” ujar Liston, menyiratkan kejanggalan dalam laporan polisi.
Lalu di mana F berada?
“Beliau ada di Depok, menghadiri acara ulang tahun keponakannya. Dari jam 14.00 sampai sore, sekitar jam 15.00 sampai 16.00. Klien kami tidak ada berjalan ke kantor pusat Bapera ataupun ke Tanah Abang pada tanggal 30 Oktober tersebut,”
Begitu penjelasan Liston kepada wartawan, Sabtu lalu.
Panggilan yang Datang Terlambat
Liston juga angkat bicara soal dua kali ketidakhadiran kliennya menjawab panggilan polisi. Alasan utamanya adalah waktu. Panggilan pertama, untuk tanggal 28 Juli 2025, katanya baru diterima sekitar pukul 17.00 WIB di hari yang sama padahal jadwal pemeriksaan adalah pukul 10.00 WIB. Persis di tanggal yang sama, surat panggilan kedua untuk 1 Agustus 2025 juga tiba.
“Ya, tidak datang karena surat panggilan itu datang agak terlambat,” ungkapnya. Cukup jelas.
Di sisi lain, Liston mengaku heran dengan motif pelaporan ini. Ia menegaskan hubungan antara F dan korban selama ini baik-baik saja, tanpa tanda-tanda bermasalah. “Si korban ini adalah karyawati daripada si saksi ini yang dipekerjakan di kantor tersebut. Jadi mereka ini hubungan baik selama ini, ada chattingnya atau buktinya sama kami,” katanya.
Artikel Terkait
Debt Collector Tewas Ditikam Saat Tarik Mobil di Baturaja, Pelaku Menyerahkan Diri
Dua Personel Brimob Metro Jaya Perkuat Timnas di Kejuaraan Dunia Indoor Skydiving 2026
Serangan Rudal Iran Hantam Permukiman Israel, Kerusakan Parah di Wilayah Tengah
Oknum TNI dan Polisi Bentrok dengan Pengunjung Kafe di Toraja