Di sisi lain, sikap pemerintah Prancis sendiri sudah cukup jelas. Presiden Emmanuel Macron secara terbuka menyatakan bahwa opsi militer untuk membuka kembali selat itu adalah hal yang tidak realistis.
“Operasi militer untuk membuka selat tidak realistis,” tegas Macron.
Dia menekankan, satu-satunya jalan keluar yang mungkin hanyalah melalui diplomasi dengan Iran. Saat ini, Macron juga disebut-sebut sedang berupaya merangkul negara-negara Eropa dan mitra internasional lainnya. Tujuannya: membentuk sebuah koalisi yang bisa menjamin kebebasan pelayaran di Selat Hormuz nantinya, setelah situasi konflik mereda.
Pentingnya selat ini memang tidak main-main. Letaknya yang diapit oleh Iran dan Semenanjung Arab menjadikannya urat nadi energi global. Sebelum konflik memuncak, hampir 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair dunia mengalir melalui jalur sempit ini. Kini, aktivitas di sana praktis terhenti, membekukan salah satu jalur pelayaran paling vital di planet ini.
Artikel Terkait
Alisson Absen Lawan Man City, Isak Kembali Berlatih
Tari Kecak Jadi Magnet Pengunjung Baru TMII, Antrean Mengular Demi Tiket Gratis
Pemerintah Percepat Fasilitas Kesehatan Penunjang IKN di Penajam Paser Utara
Gubernur DKI: Ukhuwah Islamiyah Bisa Cegah Perang Berkepanjangan di Timur Tengah