Paris, awal April Sebuah kapal kontainer milik CMA CGM, perusahaan pelayaran asal Prancis, akhirnya melintasi Selat Hormuz. Peristiwa tanggal 2 April itu mencatatkan sesuatu yang baru: ini adalah kali pertama sebuah kapal berbendera Prancis melewati jalur sengketa itu sejak konflik dengan Iran memanas pada akhir Februari lalu.
Data dari MarineTraffic mengonfirmasi pelayaran itu. Kapal bernama Kribi, yang secara teknis mengibarkan bendera Malta, berhasil melintasi selat yang tengah bergejolak itu. Menariknya, menurut pantauan data pelayaran LSEG, kapal tersebut mengubah tujuan pada sistem AIS-nya menjadi “Owner France” tepat sebelum memasuki perairan yang diklaim Iran.
Ini jelas sebuah penanda. Sebuah sinyal kepada otoritas di Tehran tentang identitas sang pemilik.
Taktik semacam ini rupanya bukan hal yang asing. Sejumlah kapal lain sebelumnya sudah memakai cara serupa untuk menunjukkan netralitas mereka saat melintasi zona konflik. Beberapa kapal asal China, misalnya, juga dilaporkan melakukan hal yang sama. Sebelumnya, Kribi sebenarnya dijadwalkan untuk berlayar menuju Pointe-Noire di Republik Kongo.
Artikel Terkait
Alisson Absen Lawan Man City, Isak Kembali Berlatih
Tari Kecak Jadi Magnet Pengunjung Baru TMII, Antrean Mengular Demi Tiket Gratis
Pemerintah Percepat Fasilitas Kesehatan Penunjang IKN di Penajam Paser Utara
Gubernur DKI: Ukhuwah Islamiyah Bisa Cegah Perang Berkepanjangan di Timur Tengah