Ledakan kembali mengguncang wilayah selatan Lebanon. Kali ini, yang menjadi korban adalah pasukan penjaga perdamaian PBB, atau UNIFIL. Tiga anggota pasukan mereka dilaporkan terluka akibat insiden tersebut.
Menurut juru bicara UNIFIL, Kandice Ardiel, ledakan terjadi di siang hari di dalam salah satu posisi mereka.
Pasukan-pasukan itu memang ditempatkan di area perbatasan selatan, wilayah yang kini memanas. Situasinya makin runyam sejak Lebanon terseret ke dalam konflik regional awal Maret lalu. Pemicunya? Serangan roket Hizbullah yang mereka klaim sebagai balasan atas tewasnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam sebuah serangan gabungan AS-Israel.
Respon Israel tidak main-main. Mereka melancarkan serangan besar-besaran di seluruh Lebanon, ditambah operasi darat di selatan. Angka korban jiwa dari pihak Lebanon, menurut otoritas setempat, sudah mencapai 1.368 orang hanya dalam sebulan.
Artikel Terkait
SIM Keliling Bandung Buka di Dua Lokasi Hari Ini untuk Perpanjangan SIM
Dubes Iran Temui Megawati, Sampaikan Pesan Soal Peran PBB di Tengah Konflik
BMKG Peringatkan El Nino Godzilla, Lahan Gambut Jadi Fokus Mitigasi
IPOT Perkuat Layanan e-IPO, Fasilitasi Investor Ritel di Tengah Minat IPO yang Meningkat