"Sementara kami akan beri dukungan lewat administrasi dan sumber daya manusia yang selama ini telah turut mengelola," katanya.
Secara administratif, proses serah terima ini diprediksi baru tuntas di penghujung tahun 2026. Baru setelah itu, mulai tahun depan, pengelolaan sepenuhnya berada di pundak Kemenhan.
"Insya Allah sampai akhir tahun kami masih bantu. Untuk tahun depan, sepenuhnya sudah akan dikelola Kementerian Pertahanan," ujarnya.
Di balik perpindahan pengelolaan ini, ada alasan yang lebih mendalam. Menurut Gus Ipul, TMP seharusnya bukan sekadar kompleks makam yang terawat. Lebih dari itu, di sanalah nilai-nilai perjuangan dan cinta tanah air hidup.
"Di sana ada nilai kepahlawanan yang seharusnya bisa menjadi inspirasi, terutama buat generasi muda," ungkapnya.
Di sisi lain, ia juga mengakui keterbatasan yang dihadapi Kemensos selama ini. Anggaran terbatas. Sumber daya manusia juga tidak cukup untuk mengelola begitu banyak lokasi dengan muatan historis yang berat.
"Kita tidak memiliki sumber daya yang cukup untuk bisa mengelola begitu banyak Makam Pahlawan Nasional," katanya dengan jujur.
Dengan pengalihan ini, harapannya jelas. Pengelolaan bisa lebih optimal. Dan yang tak kalah penting, TMP bisa benar-benar menjadi ruang edukasi kebangsaan yang hidup dan bermakna.
"Jadi ini bukan cuma urusan merawat fisik taman. Ada nilai-nilai lebih dari itu. Saya kira Kementerian Pertahanan punya sumber daya yang lebih cukup untuk mewujudkannya," pungkas Gus Ipul menutup pembicaraan.
Artikel Terkait
Polisi Bongkar Praktik Suntik Gas Subsidi ke Tabung Non-Subsidi di Karanganyar
Turki Siapkan Lima Jalur Cadangan Minyak dan Gas Antisipasi Blokade Selat Hormuz
Balon Udara Bermuatan Petasan Meledak, Atap Rumah Warga Tulungagung Hancur
11 Sumur Minyak Ilegal di Muba Ludes Terbakar, Polisi Buru Pemilik