Prabowo Tegaskan Penertiban Pembalakan Liar Usai Tinjau Bencana Aceh

- Sabtu, 13 Desember 2025 | 15:25 WIB
Prabowo Tegaskan Penertiban Pembalakan Liar Usai Tinjau Bencana Aceh

Langkat, Sabtu siang. Usai meninjau posko pengungsian, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan tekadnya untuk menertibkan pembalakan liar. Praktik itu, menurutnya, jelas memperparah kerusakan alam dan ikut menyulut risiko bencana. "Justru saya mau tertibkan semua itu," tegasnya. "Pembalakan liar akan kita tertibkan, sudah kita mulai tertibkan."

Pernyataan itu disampaikan di sela kunjungannya ke sejumlah daerah terdampak di Aceh. Prabowo baru saja kembali dari Takengon, Bener Meriah, dan Aceh Tamiang.

Secara umum, situasi di lapangan dinilainya cukup terkendali. Meski begitu, ada beberapa hambatan yang tak bisa dihindari. "Ya saya lihat keadaan terkendali," ujarnya. "Saya cek terus sana sini memang keadaan alam, keadaan fisik ada keterlambatan sedikit."

Namun begitu, ia melihat kondisi pengungsi dan pasokan logistik relatif baik.

"Saya cek semua ke tempat pengungsi, kondisi mereka baik, pelayanan pada mereka baik, suplai pangan cukup," kata Prabowo.

Persoalan utama justru ada di akses. Di wilayah terisolasi seperti Takengon, upaya membuka jalan masih berjalan keras. Sementara di Bener Meriah, ada kabar baik: jembatan utamanya sudah bisa dipakai lagi. "Bener Meriah saya kira juga jembatan sudah berfungsi ya?" tanyanya konfirmasi.

Pemerintah, lewat para petugas di lapangan, terus berupaya menjangkau titik-titik yang sulit. Prabowo tampak mengapresiasi kerja keras mereka. "Saya kemarin dari Takengon, Bener Meriah, saya ke Tamiang, Tamiang sudah tembus dari sini. Jadi saya ucapkan terima kasih kepada semua petugas, luar biasa pekerjaan mereka," tuturnya.

Di sisi lain, pemulihan infrastruktur penting seperti listrik ternyata belum secepat yang diinginkan. Prabowo mengakui hal itu dengan jujur. Rupanya, kondisi medan yang masih banjir dan berbagai kendala teknis jadi penyebabnya.

"Ya pasti masalah listrik ya ada tidak secepat yang kita harapkan karena kondisi fisik dan kondisi-kondisi alam yang masih kita harus atasi," jelasnya. "Menara-menara itu sangat berat, kemudian ada kendala-kendala, sebagian masih banjir sehingga kabel-kabel tidak bisa tembus."

Meski begitu, ia masih berharap perbaikan bisa menunjukkan progress signifikan dalam waktu dekat. "Tapi insya Allah, kita harapkan ya mungkin satu minggu mudah-mudahan ya," tambahnya.

Di akhir, Prabowo mengingatkan semua pihak untuk tetap realistis. Proses pemulihan pascabencana, kata dia, tidak bisa instan. Pemerintah akan berusaha maksimal, tapi butuh waktu dan kesabaran.

"Tapi jangan kita terlalu berharap semua bisa sekejap," pesannya. "Saya sudah katakan berkali-kali, saya tidak punya tongkat Nabi Musa, tapi semua bekerja keras."

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler