Persiapan untuk momen sedemikian mengharukan ini ternyata tidak singkat. Romo Yohanes Deodatus mengungkapkan, persiapannya memakan waktu hingga lima bulan.
“Jalan Salib ini ditonjolkan bahwa manusia dalam penderitaan dan ketakutan bisa meninggalkan Tuhan, ini yang ingin menjadi pesan utama. Sejak akhir November mulai dilakukan casting. Persiapan selama lima bulan melibatkan hampir 200 anak muda,” jelas Romo Yohanes.
Proses casting yang melibatkan ratusan anak muda itu akhirnya membuahkan hasil. Pertunjukan berjalan lancar, disaksikan dengan penuh perhatian oleh ribuan umat yang hadir.
Di sisi lain, pihak gereja sendiri sudah menyiapkan tempat untuk ribuan jemaat. Kursi disediakan sekitar 5.000 buah. Sekitar 800 kursi ada di dalam gedung utama, sementara area Plaza Maria dan Gua Maria masing-masing bisa menampung sekitar 500 orang. Tampaknya, antusiasme masyarakat memang sudah diperhitungkan. Pagi Jumat Agung itu, Katedral bukan cuma tempat ibadah, tapi juga ruang seni dan refleksi yang hidup.
Artikel Terkait
Balon Udara Bermuatan Petasan Meledak, Atap Rumah Warga Tulungagung Hancur
11 Sumur Minyak Ilegal di Muba Ludes Terbakar, Polisi Buru Pemilik
Rayakan HUT ke-80, Sultan HB X Bagikan 16.000 Porsi Nasi Kucing Gratis di Malioboro
MRT Jakarta Tetap Beroperasi Normal pada Jumat Agung 2026