Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Serangan terhadap Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon

- Jumat, 03 April 2026 | 11:25 WIB
Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Serangan terhadap Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon

Kedua, Israel harus bertanggung jawab langsung atas korban prajurit TNI. Mereka harus mengakui serangan ini, meminta maaf secara resmi di forum PBB, dan menyatakan kesediaan untuk diadili oleh ICC.

Di sisi lain, keberadaan Israel kini jadi beban bagi dunia internasional. Saya menyerukan kepada berbagai negara untuk memutus hubungan diplomatik dan kerja sama di segala bidang dengan Israel. Isolasilah mereka. Beberapa negara Eropa sudah mulai. Saya apresiasi langkah Spanyol yang menarik duta besarnya, juga Prancis dan Denmark yang menolak penjualan senjata. Itu langkah tepat.

Lalu, pada 12 September 2025 lalu, Majelis Umum PBB sudah bersidang dan mendukung solusi dua negara. Palestina diakui sebagai negara berdaulat oleh 142 anggota. Keputusan ini tidak boleh mengendap. Sekjen dan Dewan Keamanan PBB harus segera eksekusi. Langkah ini penting untuk mengantisipasi doktrin Israel yang merasa sebagai 'bangsa terpilih' dan berhak memperluas wilayahnya.

Terakhir, kita lihat saja sejarah. Bangsa Yahudi dan Negara Israel dibangun dengan narasi kekerasan yang panjang. Bahkan nabi-nabi mereka sendiri, seperti Zakharia, Yahya, Yesaya, Yeremia, dan Amos, dibunuh karena menyuarakan kebenaran. Kalau mereka mengklaim sebagai bangsa pilihan, seharusnya mereka menyucikan diri dengan pertobatan, membawa keadilan, bukan terus-menerus menebar kekejaman. Rakyat Israel harus menuntut pemerintahnya berubah. Jika tidak, dikucilkan oleh dunia hanyalah konsekuensi logis. Sentimen global, terutama di media sosial, terhadap Israel sudah semakin meluas dan sulit dibendung.

Said Abdullah
Ketua DPP PDI Perjuangan

Editor: Handoko Prasetyo


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar