Perintah Menteri Agus untuk memesan kerudung ini punya cerita menarik di belakangnya. Beberapa bulan sebelumnya, tepatnya pertengahan Januari, Menteri sempat blusukan ke Balai Latihan Kerja Konveksi di Lapas Kelas I Cirebon.
Di sana, Agus Andrianto melihat langsung proses produksinya. Lalu, dengan nada santai tapi serius, ia menitahkan pesanan.
"Ada yang mau nyumbang kaus atau apa yang lagi dicetak di sini? Berapa banyak, 5.000 potong? Boleh nggak tambah, tapi tagihannya ke saya. Untuk anak-anak," kata Menteri Agus kala itu kepada Dirjenpas Mashudi dan staf Lapas.
Keputusannya itu muncul setelah ia mendapat laporan dari para relawan. Menjelang pergantian tahun 2025 ke 2026, mereka mendatangi sejumlah titik bencana seperti Aceh Tengah dan Aceh Timur. Di sana, banyak anak perempuan yang justru membutuhkan hijab.
"Karena kayaknya kalau yang nyumbang baju muslimah untuk dewasa cukup banyak. Kalau baju muslimah, hijab untuk yang anak-anak seperti masih belum ada, masih kurang," jelas Menteri Agus. "Saya pesan 5.000 potong ya."
Pesanan itulah yang akhirnya terealisasi menjadi total 10.235 kerudung gabungan untuk dewasa dan anak yang kini telah sampai di tangan warga Aceh yang membutuhkan.
Artikel Terkait
Indonesia Jadi Rujukan Global Berkat Digitalisasi Ruang Kelas
Pemkot Bekasi Terapkan WFH Setiap Rabu untuk Efisiensi Energi
Dubes Iran: Isu Perpecahan Suni-Syiah Sengaja Dihasilkan Zionis
Kemenhan Resmi Kelola 217 Taman Makam Pahlawan Mulai April