𝗠𝗘𝗡𝗔𝗦𝗘𝗛𝗔𝗧𝗜 𝗣𝗘𝗡𝗚𝗨𝗔𝗦𝗔 𝗦𝗘𝗖𝗔𝗥𝗔 𝗧𝗘𝗥𝗕𝗨𝗞𝗔
Oleh: KH Ahmad Syahrin Thoriq
Soal menasihati penguasa itu memang selalu hangat. Apalagi kalau caranya terbuka, di depan umum, menyoroti kezaliman yang mereka lakukan. Banyak yang bertanya, bolehkah? Bagaimana hukumnya? Nah, berikut ini beberapa bahasan yang coba mengurai persoalan itu dari berbagai sisi.
Pertama-tama, kita lihat dulu dasarnya. Ada sejumlah dalil dari Al-Qur'an dan Hadits yang sering dijadikan pijakan untuk membolehkan nasihat terbuka ini. Beberapa ulama merujuk pada ayat-ayat yang memerintahkan amar ma'ruf nahi mungkar, tanpa terkecuali, termasuk kepada pemimpin.
Lalu, poin pentingnya: ini bukan sekadar boleh, tapi dalam kondisi tertentu justru menjadi kewajiban. Menegakkan yang benar dan mencegah yang salah adalah prinsip dasar dalam Islam. Ketika penguasa menyimpang, diam bukanlah pilihan. Kewajiban itu ada di pundak setiap muslim yang mampu, sesuai dengan kapasitasnya.
Artikel Terkait
Noussair Mazraoui Buka Suara: Pensiun dari Sepak Bola untuk Fokus Jadi Imam dan Hafiz Quran
Gattuso, Buffon, dan Gravina Mundur Usai Italia Gagal ke Piala Dunia 2026
BPPTKG: Aktivitas Vulkanik Merapi Masih Tinggi, Status Siaga Dipertahankan
PSSI Tegaskan Semua Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Sah Secara Hukum