"Genangan juga sempat terjadi di Jalan Raya Gubug-Kedungjati tepatnya di atas Jembatan Kaliceret di Dusun Kaliceter, Desa Mrisi. Jalan sepanjang sekitar 50 meter tergenang dengan ketinggian air 20 hingga 40 sentimeter sehingga sempat menghambat arus lalu lintas," jelas Muhaimin.
Banjir juga merambah Kecamatan Gubug, tepatnya di Desa Penadaran. Aliran air dari kawasan hutan yang menuju Sungai Tuntang tak terbendung, merendam rumah-rumah di Dusun Bantengan. Ketinggian air di sini bahkan dilaporkan mencapai 60 sentimeter.
Di sisi lain, dua desa di Kecamatan Tegowanu Sukorejo dan Tanggirejo juga tak luput. Luapan dari Sungai Renggong dan Kliteh menggenangi jalan serta sejumlah rumah di Kedok Ombo.
Namun begitu, ada kabar yang sedikit meredakan. Menurut laporan terakhir, kondisi air mulai berangsur surut. Sejumlah ruas jalan yang tadi terendam, perlahan bisa dilalui lagi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa. Meski begitu, BPBD Grobogan tetap mengimbau masyarakat untuk waspada. Potensi hujan, kata mereka, masih mungkin terjadi.
Banjir seperti ini sebenarnya bukan kali pertama. Sebelumnya, Grobogan juga pernah dilanda banjir yang lebih parah, bahkan sampai memutus jalan raya menuju Semarang akibat tanggul Sungai Tuntang yang jebol.
Artikel Terkait
Jalan Salib Katedral Jakarta: Para Pemain Rasakan Perjalanan Spiritual Mendalam
Mega Career Expo 2026 Kembali Digelar di Jakarta, Buka Ribuan Lowongan
Satu Tewas dalam Kecelakaan Beruntun di Tol Solo-Semarang
Disdik DKI Cairkan Dana KJP Plus Tahap I 2026 untuk 707.477 Siswa