Hujan deras yang mengguyur Grobogan, Kamis (2/4) malam, kembali memicu banjir di wilayah ini. Tak tanggung-tanggung, dua belas desa di empat kecamatan terendam air. Kejadian ini berawal dari hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang turun beberapa jam sebelumnya.
Muhaimin, Operator Pusdalop BPBD setempat, menjelaskan kronologinya. Hujan mulai turun antara pukul tiga sampai setengah lima sore. Beberapa jam kemudian, tepatnya sekitar pukul delapan malam, air sungai yang meluap sudah membanjiri permukiman.
"Banjir terjadi akibat luapan Sungai Tuntang yang merendam sejumlah wilayah dengan ketinggian air berkisar 10 hingga 50 sentimeter," ujarnya, Jumat.
Di Kecamatan Kedungjati, delapan desa jadi korban: Ngombak, Kedungjati, Wates, Karanglangu, Kalimaro, Jumo, Padas, dan Deras. Genangan tak hanya masuk ke rumah-rumah warga, tapi juga menutupi akses jalan di dusun-dusun seperti Kranggeneng dan Morosempol.
Sementara itu, nasib serupa dialami warga Desa Sugihmanik, Kecamatan Tanggungharjo. Kali ini, Sungai Kliteh yang meluap. Air setinggi hampir setengah meter merendam permukiman di Randusari dan sekitarnya.
Yang cukup mengganggu adalah genangan di jalur utama.
Artikel Terkait
Jalan Salib Katedral Jakarta: Para Pemain Rasakan Perjalanan Spiritual Mendalam
Mega Career Expo 2026 Kembali Digelar di Jakarta, Buka Ribuan Lowongan
Satu Tewas dalam Kecelakaan Beruntun di Tol Solo-Semarang
Disdik DKI Cairkan Dana KJP Plus Tahap I 2026 untuk 707.477 Siswa