Nah, untuk menuju ke sana, beberapa tahapan sudah disepakati. Yang pertama adalah pra-uji coba, yang rencananya digelar dalam waktu dekat. Roatex, sebagai vendor, punya tugas menyiapkan Term of Reference (TOR)-nya. Persiapan sudah berjalan, lho. Awal Maret lalu, tepatnya tanggal 3 sampai 5, sudah dilakukan functional test perdana.
"Functional test itu lebih ke mencoba demonstrasi fitur aplikasi yang ada di CANTAS dan lebih ke positif skenario," jelas Wilan.
Tapi itu belum selesai. Masih ada functional test tahap dua yang segera dilakukan. Tujuannya jelas: memastikan infrastruktur jalan tol yang akan dipakai benar-benar siap. Kalau semua sudah oke, barulah pra-uji coba menyeluruh bisa dimulai. Soal waktu? Pemerintah tampaknya tak mau berlama-lama.
"Untuk target waktu pelaksanaannya, prinsipnya adalah semakin cepat semakin baik atau the sooner the better,"
Begitu kata Wilan menegaskan. Proyek MLFF sendiri bukan barang baru. Usianya sudah sepuluh tahun, dicanangkan sejak kunjungan Perdana Menteri Hungaria, Victor Orban, ke Indonesia pada 2016. Penggarapnya adalah perusahaan teknologi asal Hungaria, Roatex Ltd., lewat anak usahanya di sini. Yang menarik, pendanaan penuh proyek senilai 300 juta dolar AS atau sekitar Rp 4,65 triliun ini bersumber dari pemerintah Hungaria. Sekarang, tinggal menunggu eksekusinya di lapangan.
Artikel Terkait
Ekspor Sumsel Anjlok 34,61% pada Dua Bulan Pertama 2026
BMKG Prediksi Langit Jakarta Didominasi Cerah Berawan Hari Ini
Pupuk Indonesia Pastikan HET Pupuk Subsidi Tak Naik Meski Selat Hormuz Memanas
DEN: Stok BBM Aman di Atas 20 Hari, Pemerintah Minta Masyarakat Tak Panik