Dan hasilnya nyata. Tak cuma omongan. Ada 10 nota kesepahaman (MoU) antarpemerintah yang ditandatangani. Di sektor swasta, semangatnya sama: 17 MoU bisnis ikut disepakati dengan nilai total sekitar 10,268 miliar dolar AS atau setara Rp 174 triliun.
Kalau digabung dengan hasil dari Tokyo, angka komitmen investasinya jadi luar biasa. Totalnya mencapai Rp 575 triliun lebih dari dua negara sahabat itu.
Secara keseluruhan, kunjungan ini seperti penegasan. Diplomasi ekonomi Prabowo menunjukkan hasil nyata, memperkuat posisi Indonesia di mata Asia. Di sisi lain, ini juga sinyal kuat bagi investor global tentang stabilitas dan prospek pertumbuhan ekonomi kita ke depan.
Tentu saja, komitmen di atas kertas harus segera diwujudkan. Harapannya, realisasi investasi ini bisa menciptakan lapangan kerja baru, menguatkan industri dalam negeri, dan pada akhirnya mendongkrak kesejahteraan rakyat. Itulah tujuan akhirnya, bukan?
Artikel Terkait
Gempa Susulan M 5,5 dan M 3,7 Guncang Maluku Utara Usai Gempa Utama M 7,6
Gempa Magnitudo 7,6 Guncang Laut Bitung, BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami
Pemprov DKI Siapkan Sanksi bagi ASN yang WFH di Kafe alih-alih di Rumah
Gempa 7,6 SR Guncang Bitung, BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami