MOSKOW Situasi di Kuba memang lagi pelik. Krisis energi, ditambah lagi kesulitan mendistribusikan makanan dan air bersih, bikin kondisi kemanusiaan di sana makin runyam. Nah, sebagai respons, Komisi Eropa baru aja menggelontorkan bantuan tambahan. Nilainya? Dua juta euro.
“Melihat kondisi yang makin memburuk, kami menyalurkan tambahan dana ini,” bunyi pernyataan resmi mereka, Rabu kemarin. “Tujuannya buat mendukung logistik mitra kemanusiaan kita di lapangan, supaya bantuan bisa tepat sasaran ke kelompok-kelompok paling rentan.”
Dana segar ini nggak berdiri sendiri. Ia melengkapi paket lain yang udah disiapkan sebelumnya. Awal tahun ini, ada alokasi regional untuk Karibia sebesar 4 juta euro. Belum lagi bantuan tahun 2025 yang dikucurkan setelah badai Melissa menerjang. Kalau dijumlahin, totalnya hampir menyentuh angka 6 juta euro yang digelontorkan tahun ini khusus buat penanggulangan bencana dan respons darurat di Kuba.
Di sisi lain, peta politik internasional juga memanas. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada 29 Maret lalu dengan blak-blakan menyebut Kuba sebagai “negara yang gagal”. Dia bahkan bilang negara itu akan jadi “sasaran berikutnya” bagi AS. Rinciannya apa? Itu dia, nggak dijelasin lebih lanjut.
Artikel Terkait
Iran Klaim Kuasai Penuh Selat Hormuz Usai Serangan Rudal ke Israel dan AS
Gempa Magnitudo 7,3 Guncang Bitung, BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami
Kapten Kopassus Gugur dalam Ledakan Saat Misi Evakuasi Jenazah di Lebanon Selatan
Polisi Tangkap Dukun Pengganda Uang Palsu di Bogor, Sita Peti Barang Bukti