ASKI Luncurkan Enam Alat Kesehatan Digital, Dukung Kemandirian Industri Nasional

- Kamis, 02 April 2026 | 02:45 WIB
ASKI Luncurkan Enam Alat Kesehatan Digital, Dukung Kemandirian Industri Nasional

Jakarta – Di tengah upaya pemerintah mendorong kemandirian alat kesehatan, PT Astra Komponen Indonesia (ASKI) meluncurkan enam produk terbarunya. Peluncuran berlangsung Rabu (1/4/2026) lalu. ASKI sendiri merupakan bagian dari grup PT Astra Otoparts Tbk (AUTO).

Enam alat kesehatan digital itu antara lain ultrasonografi 4D, syringe pump, infusion pump, dan electrocardiograph 12 channel. Ada juga tensimeter plus alat ukur gula darah, kolesterol, dan asam urat dalam satu perangkat (GCU 4in1), serta versi GCU 3in1. Yang menarik, semua produk ini sudah diintegrasikan dengan aplikasi digital dan teknologi predictive analytics berbasis AI. Tujuannya jelas: mendukung layanan kesehatan yang lebih efektif dan terpadu.

Ini bukan sekadar peluncuran produk biasa. Menurut keterangan resmi perusahaan, langkah ini adalah bagian dari strategi memperluas portofolio alat kesehatan lokal. Mereka ingin produk dalam negeri lebih banyak dipakai di fasilitas kesehatan kita.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin punya pandangan khusus soal ini. Baginya, penguatan industri alat kesehatan dalam negeri adalah kunci ketahanan sistem kesehatan nasional.

“Ada tiga hal penting mengapa kami mendorong kemandirian alat kesehatan di Indonesia. Pertama, kami ingin menyediakan alat kesehatan yang berkualitas dengan harga terjangkau untuk masyarakat,” ucap Budi.

Selain itu, menurutnya, pengembangan alat kesehatan lokal penting untuk memastikan ketahanan sistem kesehatan. Bonusnya, langkah ini juga bisa menciptakan lapangan kerja dan mendorong ekonomi.

Di sisi lain, data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan tren yang cukup menggembirakan. Pemanfaatan alat kesehatan produksi dalam negeri naik signifikan, dari sekitar 12% di tahun 2019 menjadi 48% pada 2024. Tapi, jangan senang dulu.

Faktanya, produk impor masih mendominasi pasar. Jumlahnya lebih dari 59.000 produk, sementara produk lokal baru sekitar 19.000. Angka itu menunjukkan satu hal: butuh percepatan yang serius untuk menguatkan industri dalam negeri dan mengurangi ketergantungan pada produk luar.

Nah, ASKI sendiri sudah mulai bergerak lebih dini. Sejak diversifikasi bisnisnya di 2020, mereka telah mengembangkan lebih dari 30 jenis alat kesehatan. Tingkat kandungan dalam negeri produk-produknya berkisar antara 40 hingga 59 persen.

Presiden Direktur Astra Otoparts, Hamdhani Dzulkarnaen Salim, menegaskan bahwa fokus utama perusahaan adalah penguatan riset, pengembangan, dan produksi lokal. “Langkah ini merupakan wujud dari kontribusi kami dalam mendukung kemandirian industri alat kesehatan nasional,” jelas Hamdhani.

Jadi, peluncuran ini bukan cuma tentang produk baru. Lebih dari itu, ini tentang upaya kolektif menuju kemandirian yang lebih nyata di sektor kesehatan.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar