Mereka ini jelas terafiliasi dengan bekas rezim jahat masa lalu. Bahkan, dalam acara mereka besok Senin 4 April 2026, rencananya mau mengundang Petruk dan Petruk Cilik. Tujuannya untuk membentuk persekutuan jahat baru. Yang memalukan, mereka sampai berani menampilkan nomor rekening sumbangan di kanal masing-masing. Sungguh keterlaluan.
Nah, seperti "DIBIKIN CHANNEL" yang sudah dimatikan, kanal-kanal abal-abal dalam lingkaran "CEBOKER NUSANTARA" itu harusnya dapat perlakuan sama. Entah oleh YouTube sendiri, atau lewat laporan warganet. Mereka kan sudah menyebar hoax, misinformasi, ujaran kebencian, fitnah, spam, dan click-bait ekstrem. Parahnya lagi, mereka berani menyebut inisial dan menjuluki tokoh-tokoh nasional seperti Bapak JK, Menko AHY, Ketua DPR PM, Prof MMD, Ketua DEN LBP, hingga IB HRS dengan plesetan yang tidak pantas.
Intinya, kasus ijazah palsu yang terbukti 99,9% itu semakin meluas. Laporan resminya sudah hampir setahun, tepatnya sejak 30 April 2025. Bahkan akar masalahnya sudah ada sejak 13 tahun lalu, saat seminar "Memimpin dengan Hati" di UII Jogja. Semua ini berawal dari ketidakjujuran dan sikap tidak transparan seorang oknum yang tak mau menunjukkan ijazah aslinya.
Maka, agar tidak makin parah, saya mengajak netizen untuk segera bertindak. "Strike", tutup, matikan kanal-kanal penjilat macam "CEBOKER NUSANTARA" itu. Seperti nasib yang menimpa "DIBIKIN CHANNEL".
@ Jakarta - Rabu 01/04/2026 © Dr. KRMT Roy Suryo (Asli)
Editor : Redaksi
Artikel Terkait
Pesawat Angkut Militer Rusia An-26 Jatuh di Krimea, 29 Orang Tewas
Mendagri Resmikan Kebijakan WFH Sehari Seminggu untuk ASN Daerah
Polisi Tangkap Pelaku Penipuan Investasi Sarang Walet Rugikan Korban Rp 78 Miliar
Mendagri Terbitkan SE, ASN Daerah Boleh WFH Setiap Jumat Mulai 2026