Pada akhirnya, kendali atas properti negara dan pengeluaran pemerintah, kata Leon, tetap harus berada di tangan legislatif.
Di sisi lain, hasrat Trump terhadap ballroom ini memang bukan rahasia. Sebagai pengembang real estate yang tajam, ia bahkan sempat mengejutkan banyak pihak dengan merobohkan sebagian Gedung Putih pada Oktober lalu. Alasannya, butuh pusat acara baru yang lebih besar dan megah.
Sejak saat itu, politisi berusia 79 tahun itu jarang absen menyelipkan pembahasan soal proyek ini. Seringkali, di tengah pidato tentang hal lain, ia tiba-tiba menyimpang dan membahas detail arsitektur ballroom impiannya.
Tak heran, reaksinya terhadap gugatan itu pun keras. Sehari sebelum putusan, Selasa (31/3), Trump melayangkan kecaman di media sosial. Ia menyebut National Trust sebagai "Kelompok Kiri Radikal yang Gila."
Dengan penuh keyakinan, ia bersikeras ballroom itu nantinya akan menjadi "bangunan terbaik dari jenisnya di mana pun di dunia."
Ballroom ini diyakini akan menjadi warisan fisik terbesar Trump selama masa jabatannya yang kedua, yang dimulai Januari 2025. Soal biaya, angkanya membengkak dari perkiraan awal 200 juta dolar AS menjadi sekitar 400 juta dolar. Trump menyatakan semua itu akan ditanggung donor swasta para pendukung kaya dan sejumlah korporasi.
Artikel Terkait
Oknum Serka ATP Diduga Jadi Calo Penerimaan Prajurit di Maluku Tengah
WFH Jumat Resmi Berlaku untuk ASN, Sektor Vital Tetap Wajib ke Kantor
Presiden Prabowo Disambut Tembakan Meriam 21 Kali di Pangkalan Udara Seoul
YouTube Tutup Kanal DIBIKIN CHANNEL Penyebar Hoaks dan Konten Fitnah